Pilihan
Vaksin Covid-19 untuk Anak 5-11 Tahun, Guru Besar UI: Sinopharm Belum Jelas
Jakarta (INDOVIZKA) - Pemerintah menyatakan masih mengkaji rencana pemberian vaksin Covid-19 untuk anak berusia 5-11 tahun. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan tiga vaksin yang sedang diuji klinis untuk bisa digunakan di kelompok usia tersebut, yaitu Sinovac, Sinopharm dan Pfizer. Ketiganya disebut memiliki kemungkinan mendapatkn izin penggunaan darurat (EUA) pada tahun ini.
Guru Besar di Departemen Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Tjandra Yoga Aditama, mengaku belum banyak mengetahui bagaimana hasil uji klinis vaksin-vaksin yang disebut Menteri Budi Sadikin itu. “Yang saya tahu tentang hasil penelitian Pfizer untuk anak di bawah 12 tahun yang sedang proses untuk kemungkinan mendapatkan izin di Amerika Serikat,” ujar Tjandra.
Untuk Sinopharm, Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara periode 2018-2020 itu menyebut hasil uji belum jelas. “Sebenarnya, untuk jenis vaksin apapun yang perlu diperhatikan jelas adalah keamanan dan bagaimana efikasi pada anak-anak,” tutur dia.
- Owner Almaz Fried Chicken Mengundurkan Diri di Saat Brand Tengah Bermasalah
- 6 Manfaat Rebusan Daun Dibawah Ini Bisa Turunkan Gula Darah
- Dinkes Pekanbaru Anggarkan Layanan Kesehatan Doctor On Call
- Dinkes Inhil Gelar Pembekalan Kesehatan kepada 303 Calon Jama'ah Haji
- Dinkes Inhil Canangkan BIAN se-Kecamatan Tembilahan Hulu
Guru Besar Tetap Ilmu Kesehatan Anak di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad), Cissy Kartasasmita, menyerahkan kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM. Menurutnya, BPOM akan melihat dari berbagai sudut pandang sebelum menerbitkan izin penggunaan darurat vaksin-vaksin itu khusus di tanah air.
Lagian, Ketua Satgas Imunisasi di Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) itu menambahkan, vaksinasi terhadap anak 5-11 tahun bukan hal baru bagi Kementerian Kesehatan. Selama ini, Cissy menilai, program imunisasi nasional sudah berjalan cukup baik, sehingga pemberian vaksin Covid-19 untuk anak bisa dimasukkan ke dalam program tersebut.
Adapun dari sisi anak, menurutnya, yang terpenting adalah terpenuhi syarat anak sehat untuk mendapatkan vaksinasi, sama seperti program imunisasi nasional. Bahkan bisa juga dilakukan melalui program di sekolah maupun PAUD. “Syarat pemberian vaksin sama saja, yang penting anak harus sehat,” katanya.
Menurut peraih gelar Doktor dari Catholic University of Leuven, Belgia itu, anak-anak sudah biasa divaksinasi, bahkan guru-guru juga sudah berpengalaman dalam program imunisasi. “Insya Allah lebih mudah, yang penting orang tuanya harus mengerti dan bersedia diberikan vaksin Covid-19," kata Cissy menambahkan.
.png)

Berita Lainnya
7 Minuman yang Bisa Menambah Imunitas
Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 di Riau Capai 84 Persen
Omicron Masuk Indonesia, Moeldoko Sebut Pemerintah Gencarkan Vaksinasi dan Testing
PKM Sungai Piring Kunjungi Rumah Ibu Hamil Yang Miliki Resiko Tinggi
Dinkes Kota Pastikan Belum Ada Pasien Terinfeksi Virus Corona di Pekanbaru
Cegah Polio di Riau, Gubri Dukung Crash Program Imunisasi Polio
Anak 4 Tahun di Riau Terkonfirmasi Covid-19, 17 Pasien Dinyatakan Sehat
Jumlah Perokok di Indonesia Sebesar 33,8 Persen
Indonesia Terima Donasi 1,7 Juta Lebih Dosis Vaksin Pfizer dari Amerika
Kasus Hepatitis Nihil, Diskes Pekanbaru Ungkap Cara Mencegahnya
Kabar Gembira, 1 Orang Positif Covid-19 di Inhil Dinyatakan Sembuh
Hari Ini Semua Daerah di Riau Terdapat Kasus Positif Covid-19, berikut sebarannya