Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Diskominfo Rohil Perkenalkan Aplikasi Simatrik versi 2.0 Untuk Kerjasama Media
INDOVIZKA.COM - Bupati Rokan Hilir, Riau, Afrizal Sintong SIP membuka sosialisasi penggunaan aplikasi Simatrik pada Diskominfotiks Rohil, sebuah aplikasi berbasis web untuk sistem informasi kerjasama media secara elektronik.
Acara ini diikuti oleh ratusan wartawan dari media cetak, elektronik dan online, Senin (6/2/2023) di Bagansiapiapi.
Dalam sambutannya, Bupati Rohil mengapresiasi inovasi sistem aplikasi Simatrik sebagai pelayanan kerjasama antara Pemerintah Rokan Hilir dan media massa.
Ia juga berharap media massa serius mengikuti sosialisasi agar memahami dan tidak kebingungan dalam mendaftar perusahaan dan mengisi data yang diminta Diskominfotiks.
Kadis Kominfotiks Rohil Indra Gunawan SE. MH menyampaikan bahwa media massa memiliki peran dinamis dalam demokrasi dan menjembatani publik melalui peran pemberitaannya. Oleh karena itu, kerjasama antara media massa dan pemerintah sangat penting dilakukan.
Indra Gunawan menambahkan bahwa Diskominfotiks Rohil mencoba menjawab permasalahan ini dengan menyediakan aplikasi Simatrik versi 2.0 yang merupakan peningkatan dari versi sebelumnya.
''Aplikasi ini akan mempermudah Pemerintah Rokan Hilir memilih media berkompeten untuk menjalin kerjasama,'' tutupnya.
.png)

Berita Lainnya
Tantangan 5G Perlu Segera Diselesaikan
Guru Harus Divaksin, Pelajar di Inhil Bukan Syarat PTM
Mantan Gubernur Riau Annas Maamun Bebas
Warga Kateman Dibekuk Polisi Karena Miliki Shabu
Ketahuan Curi Sepeda Motor, Seorang Warga di Riau Babak Belur Dihajar Massa
Tidak Transfaran, Masyarakat Inhil Sesalkan Perekrutan Petugas Sensus Penduduk 2020
Ketahuan Curi Sepeda Motor, Seorang Warga di Riau Babak Belur Dihajar Massa
Rilis 2022, iPhone SE 5G Berpotensi Memikat Pengguna Android Non-Premium
Kominfo Inhil gelar Literasi PPID dan Smart Informasi
Gara-gara 'Work From Home', PNS Terancam Diberhentian Massal
WhatsApp Akan Kedatangan Fitur Stiker Animasi
Diduga 6 Juta Data Umum dan Pasien Covid-19 Milik Kemenkes Bocor