Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Warga Geruduk Warung Remang-Remang di KM 2 Pangkalan Kerinci
INDOVIZKA.COM - Keresahan warga RT 08 dan RT 06 dengan keberadaan warung remang-remang di KM 2 Jalan Poros RAPP, Pangkalankerinci, Kabupaten Pelalawan, mencapai puncaknya.
Apalagi keberadaan warung remang-remang yang dekat dengan pemukiman warga tersebut seolah-olah tak tersentuh hukum, padahal sudah beberapa kali dirazia pihak Kepolisian dan Satpol PP Pelalawan.
"Warung remang-remang itu sudah beberapa kali dirazia, baik oleh polisi maupun Satpol PP. Tapi anehnya, sampai sekarang masih bisa tetap beroperasi bahkan makin berani menghidupkan musik dengan suara keras dan hingar-bingar sampai tengah malam, bahkan hampir sampai pagi hari," keluh Ketua RT 08, Chairul Amri, Sabtu (15/7/2023).
Dia menjelaskan, karena kondisi keberadaan warung remang-remang dan banyaknya keluhan, karena kerap tidak menghargai warga sekitar, Sabtu (15/7/2023) dini hari sekitar pukul 00.30 WIB, sejumlah warga mendatangi warung remang-remang tersebut untuk menghentikan musik mereka yang sudah sangat menggangu.
"Awalnya mereka persuasif saat kami tegur, tapi rupanya salah satu wanita malam di warung itu dalam keadaan mabuk bersuara keras. Dia merasa terganggu didatangi kami, tapi kami dengan warga tidak terpancing dengan omelan wanita malam tersebut," tambah Ketua RT 06, Joko Sarifudin.
Diakui dua Ketua RT di Jalan Raja itu, mereka sudah sangat muak dengan tempat mesum tersebut yang sepertinya tidak pernah menghargai warga sekitar dengan tetap beroperasi sampai dini hari, walaupun sudah sering ditegur bersama pihak Kelurahan dan juga Babhinkamtibmas.
Hal senada juga disampaikan Ketua Siskamling RT 08, Deni Satria. Menurutnya, pihaknya sudah capek melaporkan persoalan warung remang-remang ini yang sudah berulang kali tapi ternyata tetap beroperasi tiap hari dengan suara musik yang sangat menggangu warga seputaran.
"Jadi apakah warga harus berlaku anarkis dulu baru warung remang-remang tersebut pindah dari daerah kami," tandas Deni yang langsung diamini Ketua RT 08 dan RT 06.
Tambah Ketua RT 08, Yus Ferdiansyah, dirinya berharap supaya pihak terkait dapat menutup tempat tersebut agar nantinya tidak terjadi perbuatan anarkis dari masyarakat sekitar.
"Apa lagi sering terjadi kehilangan di rumah warga sekitar yang dekat dengan warung tersebut juga sudah beberapa kali terjadi perkelahian antara tamu di warung remang-remang itu," tandas Ketua Pemuda RT 08 itu.
Pantauan media ini, warung remang-remang tersebut tetap beroperasi sampai dini hari dengan menghidupkan musik sangat keras serta terlihat wanita-wanita sedang menemani para tamu yang datang ke warung remang-remang tersebut.
.png)

Berita Lainnya
Terkait Karhutla, Gubri Segera Kumpulkan Camat se-Riau
BMKG: Cuaca Riau Kabur-Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi
Diserahkan Bulan Juni, Riau Bakal Dapat PI 10 Persen Blok Rokan
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pemuda Desa Tanjung Pasir : Perubahan Iklim Tanggung Jawab Bersama
HMI Tembilahan Pinta Pemda Investigasi Penyebab Banjir di Kemuning
Pemko Pekanbaru Tunggu Instruksi Pusat Terkait Penghapusan Honorer
Bayi Gizi Buruk Meninggal di Kateman, Ini Kata Dinkes
Riau Siapkan Aplikasi Mata Asap Hadapi Ancaman Karhutla pada Agustus 2021
Sore ini, Riau Naik Jadi 5 Titik Panas
Sore Ini di Riau Ada 2 Titik Panas
Diduga Diracuni, Gajah Sumatera Ditemukan Mati di Pelalawan
Bantah Berikan Izin Pemkab Meranti Gadaikan Aset, Ini Penjelasan Kementerian Keuangan