Pilihan
Akan Bangun 3 Sekolah Baru, Pemko Pekanbaru Belum Dapat Lahan Hibah
INDOVIZKA.COM -Pemko Pekanbaru berencana membangun tiga Sekolah Menengah Pertama (SMP) baru pada tahun depan. Namun, masih terkendala lahan yang belum ada.
Tiga sekolah baru itu rencananya akan dibangun di Kecamatan Kulim, Tuah Madani dan wilayah Rumbai.
Saat ini, Pemko Pekanbaru baru mendapatkan satu lahan yakni di Kecamatan Kulim. Sementara untuk dua lokasi lagi belum ada.
Kadisdik Pekanbaru, Abdul Jamal mengatakan, hingga saat ini pihaknya baru mendapatkan satu lahan hibah untuk dibangun sekolah.
"Jadi sebenarnya kami menyiapkan tiga titik. Dari tiga yang kita rencanakan itu yang sudah jelas tanahnya baru satu, tapi ini kan sedang berjalan. Yang jelas untuk tanahnya baru satu yang sudah pasti, itu di daerah kulim," ujar Jamal, Kamis (5/10/2033).
Dikatakannya, Pemko Pekanbaru sebetulnya membutuhkan tiga lokasi untuk membangun sekolah baru tersebut. Akan tetapi, hingga kini baru satu yang sudah pasti yakni di daerah Kulim.
Ia menyebut, untuk di wilayah Tuah Madani, pihaknya akan membangun sekolah baru di perbatasan Pekanbaru-Kampar.
Sementara untuk wilayah Rumbai, Pemko Pekanbaru akan membangun sekolah baru di dekat Simpang Bingung, atau dekat dengan makam korban pandemi.
Menurutnya, jika nanti Pemko Pekanbaru tidak juga mendapatkan dana hibah untuk pembangunan sekolah tersebut, pihaknya akan mengatasi dengan pembangunan ruang kelas baru (RKB).
"Kalau tidak ada, ya kita rencanakan pembangunan RKB. Contoh untuk di tuah madani perbatasan kampar itu kita bisa tambah RKB di SMP 42, itu kita tambah RKB," tuturnya.
"Kemudian kalau untuk di rumbai itu, yang kita tambah mungkin di SMP 24-nya. Itu alternatif karena tanah belum jelas, namun kita akan cari lagi dengan camat," katanya.
Terkait besaran anggaran untuk rencana pembangunan sekolah baru tersebut, Jamal menyebut bisa mencapai Rp6 miliar.
Dengan anggaran itu, sudah bisa bangun 8-10 RKB termasuk pagar sekolah. Namun dengan angka itu belum termasuk dengan ruang guru.
"Untuk penganggaran sudah ada di 2024, tapi kita akan lihat lagi nanti saat pembahasan, akan kita pertajam," sebutnya.
.png)

Berita Lainnya
Dibukanya Tatap Muka di Sekolah, Sekdakab Kampar Minta Diskes Buka Posko Pengaduan Kesehatan
Selamat! Inilah 10 Peserta Terbaik OKK PWI Riau
Murid Diliburkan Namun Guru Tetap Masuk, Ini Penjalasan Disdik Inhil
Sebanyak 12.000 Siswa Rokan Hilir Terima Beasiswa PIP dari Anggota DPR RI Karmila Sari
PSP Unri Sambut Mahasiswa Baru Dengan Kegiatan PKKMB
167.000 Anak Putus Sekolah di Riau Jadi Perhatian Khusus, Tim Satgas Pantas Disdik Riau Lakukan Verifikasi Data
Calon Anggota PWI Diminta Segera Lengkapi Berkas
Wajib Tahu, Ini Aturan Baru Syarat Anak Masuk TK, SD, SMP dan SMA
Daftar 10 SMA Terbaik di Riau Berdasarkan Nilai Rerata UTBK
Kabar Gembira, Gaji Guru Bantu di Riau sudah Ditransfer
Komisi V DPRD Riau Ingatkan Anak Tempatan Betul-betul Terjaring
DPR Sepakat Hapus Perbedaan Sekolah Swasta dan Negeri di RUU Sidiknas