Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Orang Tua Boleh Tak Izinkan Anak Masuk Sekolah Tatap Muka
JAKARTA - Pemerintah mengizinkan sekolah di daerah zona hijau menggelar kembali pendidikan tatap muka di tahun ajaran baru yang akan dimulai Juli mendatang. Meski begitu, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan orang tua murid diperbolehkan jika tak mengizinkan anak mereka datang ke sekolah.
"Para orang tua murid dibenarkan untuk tidak mengizinkan anaknya bila keberatan untuk mengikuti cara belajar tatap muka," kata Doni dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi Pendidikan Dewan Perwakilan Rakyat, Rabu, 17 Juni 2020.
Doni mengatakan Presiden Joko Widodo pun memberikan arahan agar pembukaan kembali sekolah dilaksanakan dengan hati-hati. Menurut dia, sekolah yang diizinkan untuk dibuka pun hanya sekolah menengah atas.
- Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil Politeknik Negeri Bengkalis sukses menyelenggarakan Kegiatan Civil V
- DPRD Riau Desak Disdik Bertindak Cepat Soal Sekolah Terlambat Ikut SNBP
- PSP Unri Sambut Mahasiswa Baru Dengan Kegiatan PKKMB
- Menteri Pendidikan Ubah Batas Minimal Usia Anak Masuk SD, Simak Faktanya
- Bahas Hoaks dalam Dunia Pendidikan
"Sedangkan sekolah dasar dan pendidikan yang lebih rendah belum bisa dimulai," ujar Kepala BNPB ini.
Doni menjelaskan, jumlah siswa di daerah zona hijau 6 persen dari seluruh peserta didik yang terdaftar di Indonesia. Adapun sebanyak 94 persen sisanya berada di zona kuning, oranye, dan merah pandemi Covid-19.
Dalam paparannya, Doni menyampaikan ada 85 kabupaten/kota yang masuk kategori zona hijau. Sedangkan daerah yang masuk kategori kuning, oranye, dan merah sebanyak 492 kabupaten/kota.
Doni menegaskan daerah yang berada di zona kuning, oranye, dan merah ini dilarang melakukan pembelajaran tatap muka di sekolah. Mereka harus melanjutkan pola belajar dari rumah sembari menunggu waktu yang tepat.
Dia mengatakan memang tak ada kepastian kapan waktu yang tepat ini. Menurut dia, semua tergantung pada kemampuan dan kedisiplinan terhadap protokol kesehatan untuk memutus mata rantai penularan Covid-19.
Meski begitu, Doni mengingatkan tak bisa dipastikan Indonesia akan sepenuhnya terhindar dari Covid-19. Dia mencontohkan banyak negara yang nyaris nol kasus tiba-tiba mencatat temuan kasus baru.
"Jadi dalam pengamatan tim Gugus Tugas, selama masih ada negara di dunia ini yang masih terdampak Covid-19, maka relatif tidak ada negara yang aman. Oleh karenanya kewaspadaan, kehati-hatian harus terus kita tanamkan," ujar Doni.**
.png)

Berita Lainnya
Nadiem Makarim : Informasi Juli Mulai Sekolah Adalah Hoaks
Ngaji Online, Upaya Mohon Perlidungan Allah SWT Saat Pandemi Virus Corona
Sekolah Dilarang Perpisahan di Hotel, Kadisdik Riau: Jangan Bebani Orang Tua Siswa
Kemendikbud akan Beri Bantuan Kuota Internet pada 25% Mahasiswa
Kejati Usut Dugaan Korupsi Pengadaan UNBK di Disdik Riau
DPRD Riau Dukung Pemerintah Terapkan Belajar Tatap Muka di Sekolah
Mendikbud: Sekolah Baru Akan Dibuka Jika Pandemi Sudah Reda
Dewan Pendidikan Inhil Sarankan Sekolah Tatap Muka Ditunda
Ini Alasan Anies Baswedan Sebut Siklus Pendidikan di Indonesia Bermasalah
Proses Belajar Mengajar Tetap Berjalan, Bupati Inhil Tinjau Sekolah Tingkat SLTA di Tembilahan
Nadiem Larang USBN karena Miniatur Ujian Nasional, Ini Sebabnya
Nadiem Sebut Dunia Tak Butuh Penghafal, Ustadz Fauzan: Tapi Tuhan Butuh