Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Saran Pakar IPB: Buah Terbaik dan yang Perlu Dihindari Saat Buka Puasa
INDOVIZKA.COM- Berbuka puasa dengan makanan yang tepat berperan penting dalam memulihkan energi setelah seharian menahan lapar dan haus. Menurut Pakar Gizi dari IPB University, Prof. Katrin Roosita, pemilihan buah yang tepat saat berbuka dapat memberikan manfaat optimal bagi kesehatan.
Selama berpuasa, tubuh mengalami keterbatasan asupan energi, terutama dari glukosa, yang merupakan sumber utama bagi otak. Saat cadangan glikogen dalam hati berkurang, tubuh beralih menggunakan asam lemak sebagai sumber energi alternatif.
Penampakan Serangan Drone Ukraina ke Rusia, 2 Orang Tewas, Belasan Luka “Proses inilah yang menghasilkan keton, yang dapat dimanfaatkan oleh tubuh sebagai energi alternatif,” kata Katrin, Selasa (11/3/2025) seperti dilansir laman IPB University. Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+ Baca juga: Buah Kurma yang Disebut dalam Al Quran, Apa Kandungannya? Ini Faktanya... Pedagang Daerah Mulai Berbelanja Pakaian Lebaran Artikel Kompas.id Katrin menjelaskan bahwa saat berbuka, penting untuk segera mengisi kembali energi dengan karbohidrat sederhana seperti glukosa dan fruktosa, yang banyak terdapat dalam buah-buahan. Kurma, misalnya, kaya akan fruktosa dan dianjurkan oleh Rasulullah saw untuk dikonsumsi saat berbuka karena tidak menyebabkan lonjakan gula darah secara drastis, sehingga lebih aman bagi penderita diabetes. Selain kurma, Prof. Katrin merekomendasikan buah-buahan dengan kadar air tinggi, seperti semangka, melon, dan pepaya.
Buah-buahan ini tidak hanya mengandung fruktosa tetapi juga kaya akan air, vitamin, dan mineral yang membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh setelah berpuasa lebih dari 12 jam. Pepaya, misalnya, mengandung beta-karoten sebagai provitamin A yang bermanfaat bagi tubuh.
Namun, beberapa jenis buah sebaiknya dihindari saat perut kosong, seperti jeruk nipis yang bersifat sangat asam dan dapat mengganggu lambung. Durian juga sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah terbatas karena kandungan gulanya yang tinggi berpotensi meningkatkan kadar glukosa darah secara drastis. Selain itu, nangka memiliki serat yang sulit dicerna dan bisa menyebabkan perut kembung, sedangkan salak perlu dikonsumsi dengan bijak agar tidak mengganggu pencernaan.
Sebagai pedoman konsumsi, Prof. Katrin menyarankan untuk mengonsumsi dua hingga tiga porsi buah per hari, sekitar 100-150 gram. Misalnya, satu buah pisang raja dan jeruk manis ukuran sedang masing-masing memiliki berat sekitar 50 gram, sehingga kombinasi keduanya dapat membantu memenuhi kebutuhan harian akan buah. Ia juga menekankan pentingnya konsumsi sayuran selama Ramadan karena kaya akan serat dan antioksidan yang berperan dalam menjaga kesehatan tubuh. Meskipun waktu makan selama Ramadan lebih singkat, asupan gizi harus tetap diperhatikan agar tubuh tetap sehat dan bugar selama menjalankan ibadah puasa.
.png)

Berita Lainnya
ASN Dilarang Cuti di Hari Libur Nasional, Wagub: Cegah Klaster Covid-19 Baru
Efek Samping Vaksin Booster Pfizer yang Paling Umum
Jemput Bola, BPJS Gelar MCS di PKM Tembilahan Hulu
Pasien Covid-19 Riau Bertambah 4, Gugus Tugas Tracing Kontak Kasus Mal Pekanbaru dan Kuansing
Hari Ini Positif Corona di Riau Bertambah 3, Total Jadi 246 Kasus
Kenapa Setelah Olahraga Perut Terasa Mual? Sains Jelaskan
5 Hal yang Harus Dilakukan saat Susah Tidur, Jangan Lihat Jam
Cek Tekanan Darah Sebelum dan Sesudah Olahraga
Minyak Goreng Curah Memang “Haram”, Ini Buktinya
15.023 Produk Farmasi dan Pangan Ilegal Dimusnakan di Inhil
Rajin Santap 5 Minuman dan Makanan Ini, Kalori Terbakar Lebih Cepat
Warga Sungai Rawa Positif Covid-19, Pasien Diisolasi di RSUD Tembilahan