Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Covid-19 Varian Omicron, Ini 4 Sifatnya yang Mengkhawatirkan
JAKARTA (INDOVIZKA) - Peneliti Pusat Riset Biologi Molekuler Eijkman, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Profesor Amin Soebandrio, menyebut ada empat sifat yang sejauh ini dikhawatirkan dari Covid-19 varian Omicron. Dua yang pertama adalah kemampuan menularnya yang lebih cepat dan kemungkinan tak terdeteksi pemeriksaan PCR.
Sifat yang pertama diduga berdasarkan penyebaran yang sudah terjadi di beberapa negara seperti Afrika Selatan dan Inggris. Sedang yang kedua menurut temuan jenis mutasi yang berbeda yang dialami sebagian virus varian Omicron itu yang dikenal sebagai fenomena S Gene Target Failure (SGTF).
Adapun dua sifat lainnya yang juga dikhawatirkan adalah infeksi Omicron yang tidak memiliki perbedaan gejala klinis yang menonjol dari infeksi varian lain yang sudah dikenal sebelumnya. Bahkan, gejala klinis sebagian besar pasiennya tergolong ringan.
- Owner Almaz Fried Chicken Mengundurkan Diri di Saat Brand Tengah Bermasalah
- 6 Manfaat Rebusan Daun Dibawah Ini Bisa Turunkan Gula Darah
- Dinkes Pekanbaru Anggarkan Layanan Kesehatan Doctor On Call
- Dinkes Inhil Gelar Pembekalan Kesehatan kepada 303 Calon Jama'ah Haji
- Dinkes Inhil Canangkan BIAN se-Kecamatan Tembilahan Hulu
Sifat keempat adalah SARS-CoV-2 varian Omicron kemungkinan bisa lolos dari antibodi, baik yang berasal dari vaksinasi, terapi atau obat, maupun infeksi alami. Kalau ini terkait dengan besarnya jumlah temuan mutasi yang ditemukan di bagian protein paku si virus.
Selama ini bagian protein itulah yang menjadi rujukan banyak pengembangan vaksin yang sudah dilakukan. Jika varian Omicron memiliki protein paku yang berbeda, tentu efikasi vaksin yang sudah ada bisa terpengaruh.
"Itu empat sifat yang dikhawatirkan ada di Omicron ini," kata Amin, Jumat 17 Desember 2021.
Mantan Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman ini menekankan bahwa siapapun tidak bisa membedakan varian virus mana yang sedang beredar di lingkungan masing-masing. Varian itu, kata Amin, hanya bisa diketahui jika dilakukan pemeriksaan di laboratorium.
Oleh karena itu, ia menekankan apapun varian dari virus penyebab Covid-19 termasuk varian Omicron, upaya yang harus dilakukan adalah sama: protokol kesehatan, 3T (pengujian, pelacakan kontak, dan pengobatan), dan vaksinasi Covid-19.
"Protokol kesehatan harus dilakukan secara konsisten, terus menerus, tidak boleh kendor," tuturnya.
.png)

Berita Lainnya
Lab Biomolekular RSUD Arifin Achmad Periksa 1.317 Sampel Per Hari
Sejak 3 Tahun Terakhir, Kasus Stunting di Kelurahan Kampung Baru Turun Signifikan
Orientasi KAP dan KPP bagi Kader dan Tenaga Kesehatan Resmi Ditutup
Angka Kesembuhan Tinggi, Kasus Positif Covid-19 di Riau Terus Turun
Berikut, Pentingnya Peran Keluarga Dalam Pencegahan Stunting
Pasien Positif Covid-19 di Riau Didominasi Laki-Laki Berusia 18-60 Tahun
Kasus Hepatitis Nihil, Diskes Pekanbaru Ungkap Cara Mencegahnya
5 Manfaat Siwak untuk Kesehatan Gigi dan Mulut
3.809 Orang di Riau Terinfeksi AIDS
Dinkes Inhil Gelar Advokasi dan Koordinasi Pelaksanaan GERMAS
Bantuan Alat PCR untuk Riau Terpaksa Ditunda, Ini Penyebabnya
Dampak Buruk Mengonsumsi Seblak secara Berlebihan