Pilihan
Ruang Isolasi RS Rujukan Corona Riau Bisa Tampung 500 Pasien
INDOVIKA.COM - Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Provinsi Riau bersiap untuk kondisi terburuk wabah mematikan tersebut. RS rujukan menambah kapasitas ruang isolasi hingga bisa menampung sekitar 500 pasien.
Juru Bicara Covid-19 Riau Indra Yovi mengatakan beberapa rumah sakit (RS) swasta sudah menambah daya tampung ruang isolasi. Hingga kini terdata ada penambahan hingga 150 tempat tidur dibandingkan sebelumnya. Rumah sakit swasta besar menambah kapasitas ruang isolasi seperti di RS Awal Bros, RS Eka Hospital, dan RS Ibnu Sina.
“Artinya dengan bertambah ruang isolasi ini membuat persiapan kita hadapi badai Covid-19 ini menjadi kuat. Melihat tren seperti ini, belum kelihatan kurvanya sudah mulai turun (dan) baru mulai naik, belum bisa memastikan kapan puncaknya. Namun, persiapan Riau sudah dalam trek yang baik,” katanya, Jumat (17/4).
Ia mengatakan dinas kesehatan sudah mengecek standar minimal ruang isolasi. Ruang isolasi tersebut dan dinilai bisa layani pasien PDP dengan kondisi ringan, sedang dan berat. Dari 48 RS rujukan, sebanyak 36 RS sudah merawat pasien dalam pengawasan (PDP) dan pasien positif Covid-19. Meski begitu, penyediaan alat ventilator diakuinya belum begitu banyak.
“Apakah cukup? Saya berharap ruang isolasi ini nggak pernah dipakai, tidak pernah terjadi transmisi lebih cepat. Caranya apa? Putus transmisinya dengan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), Anda diam di rumah, selesai. Garda terdepan bukan kami, tapi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, antisipasi di Riau akan lebih lengkap dengan beroperasinya laboratorium biomolekuler di RSUD Arifin Achmad pada pekan depan. Dengan begitu, Riau tidak lagi ketergantungan dengan lab Balitbangkes di Jakarta untuk uji swab pasien Covid-19.
“Ini kabar berita yang sangat baik, bisa memutus rantai yang panjang dari hasil swab itu sendiri,” ujarnya.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Riau, hingga Jumat (17/4) di Provinsi Riau terdapat penambahan dua kasus positif Covid-19 sehingga total ada 26 kasus positif. Perinciannya ada 13 pasien masih dirawat, sembilan orang sehat dan sudah dipulangkan, dan empat orang sudah meninggal dunia.
Jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) total ada 139 orang yang masih dirawat. Kemudian ada 133 PDP sudah dinyatakan negatif Covid-19 dan dipulangkan.
Meski begitu, angka kematian dari PDP terus meningkat jadi 26 orang. Banyak PDP belum terkonfirmasi apakah terinfeksi meski ada yang telah meninggal, karena di Riau belum punya fasilitas lab untuk uji swab. Sementara itu, masih ada 10.373 orang dalam pemantauan (ODP) yang diharapkan melakukan isolasi mandiri.**
Sumber: Republika
.png)

Berita Lainnya
Camat Pulau Burung Inhil Benarkan Dua Warganya Reaktif Rapid Test Corona
Indonesia Kembali Terima Dukungan 3,5 Dosis Vaksin Covid-19 dari Covax
Kabar Gembira, 1 Orang Positif Covid-19 di Inhil Dinyatakan Sembuh
Guna Meningkatkan Layanan Kesehatan Lansia, Puskesmas Tembilahan Kota Rutin Kunjungi Pondok Bhakti Lansia
Antisipasi Varian Omicron, Sandiaga Evaluasi Daftar Negara yang Boleh Masuk RI
Berikut Cara Menurunkan Kadar Gula Darah Secara Alami
Cek Tekanan Darah Sebelum dan Sesudah Olahraga
Pemerintah Sudah Siapkan Obat Hingga Fasilitas Kesehatan Hadapi Varian Omicron
IDI: 6 Hal Yang Harus Disiapkan Pemerintah Sebelum Terapkan New Normal
RSUD Puri Husada Tembilahan Rawat Pasien Covid-19 Terbanyak di Riau
Turun Drastis, Pasien Positif Covid-19 di Riau Tambah 1 Kasus
Dinkes Inhil Gencar Kampanyekan CTPS , Berikut Tata Caranya