Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
PLN Tembilahan Himbau Masyarakat Tidak Main Layangan di Dekat Kabel Listrik
INDOVIZKA.COM – PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Tembilahan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesadaran terhadap bahaya bermain layangan di dekat jaringan listrik.
Imbauan ini disampaikan sebagai bagian dari kampanye keselamatan ketenagalistrikan, khususnya dalam upaya mencegah gangguan pasokan listrik dan risiko kecelakaan.
Manager PLN ULP Tembilahan, Sabur Januardi, menegaskan bahwa layangan yang tersangkut di jaringan listrik tidak hanya mengganggu distribusi tenaga listrik, tetapi juga bisa membahayakan keselamatan jiwa.
“Layang-layang bisa menjadi salah satu penyebab gangguan listrik dan membahayakan keselamatan diri,” ujar Sabur Januardi, Jumat (22/6/25).
Sabur menjelaskan, masyarakat sebaiknya menghindari bermain layangan di area yang dekat dengan jaringan listrik. Ia mengingatkan orang tua untuk memberi pemahaman kepada anak-anak maupun orang dewasa mengenai potensi bahaya tersebut.
“Beritahu anak-anak kita atau orang dewasa tentang bahaya bermain layangan di dekat jaringan PLN. Bermain layangan sebaiknya di tanah lapang yang jauh dari jaringan PLN,” tambahnya.
Ia juga menegaskan pentingnya menghindari penggunaan kawat pada layangan karena bisa menghantarkan listrik dan menyebabkan kecelakaan fatal.
“Tidak bermain layangan menggunakan kawat. Ini sangat berbahaya dan bisa mengakibatkan sengatan listrik,” pungkasnya.
PLN mengajak seluruh masyarakat untuk turut menjaga keamanan dan keselamatan ketenagalistrikan di lingkungan masing-masing.
“Mari bersama-sama menjaga keamanan dan keselamatan ketenagalistrikan di lingkungan sekitar kita,” tutup Sabur.
.png)

Berita Lainnya
Meski Terpantau Hotspot, Sebagian Riau Masih Berpotensi Diguyur Hujan
Hari Ini 85 Hotspot Terpantau di Riau, Terbanyak di Bengkalis 54 Titik
PLN Segera Pasang Listrik di Kios Pasar Cik Puan Pekanbaru
Pemko Pekanbaru Targetkan Pasang 1.000 Titik Wifi Gratis Untuk Warga
IWO Bakal Gelar Rakernas 2025
Gawat! Riau Dikepung 23 Titik Panas, Terbanyak di Inhil dan Inhu
BMKG Pantau 103 Hotspot di Sumatera, 7 Titik Ada di Riau
Meisita Lomania: Terpilihnya Kesendirian di Pemilu 2024, Apakah Karena Banteng ada Banteng?
Akibat Honorer Dirumahkan, Jumlah Pengangguran di Kepulauan Meranti
Mencuat Lewat Podcast Refly Harun, IWO Desak Kasus Dugaan Manipulasi Laporan Keuangan Rp18 T di PLN Dibongkar
Diserahkan Bulan Juni, Riau Bakal Dapat PI 10 Persen Blok Rokan
Gunung Marapi Sumbar Kembali Erupsi, PGA Minta Warga Waspadai Banjir Lahar