Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Mari kita Bahas cara Kerja AI dan Sejarah Internet itu Sendiri, Berikut Ulasan-nya
1. Bagaimana Cara Kerja AI?
Kecerdasan Buatan (AI) bekerja dengan meniru kemampuan kognitif manusia, seperti belajar, memecahkan masalah, dan membuat keputusan. Secara sederhana, AI belajar dari data dan menggunakan pola yang ditemukan untuk melakukan tugas-tugas tertentu.
Berikut adalah langkah-langkah umum cara kerja AI:
Pengumpulan Data (Input):
AI membutuhkan banyak data untuk belajar. Data ini bisa berupa teks, gambar, suara, video, atau angka, tergantung pada tujuan AI. Misalnya, untuk AI pengenalan wajah, data yang dikumpulkan adalah ribuan gambar wajah. Semakin banyak dan berkualitas data yang diberikan, semakin baik kemampuan AI.
Pembersihan dan Pra-pemrosesan Data:
Data mentah seringkali tidak sempurna; bisa ada kesalahan, duplikasi, atau informasi yang hilang. Tahap ini membersihkan data dan mengubahnya ke format yang dapat dimengerti oleh algoritma AI. Contohnya, teks diubah menjadi representasi numerik.
Pemilihan Algoritma dan Model:
Ada berbagai jenis algoritma AI, seperti machine learning, deep learning (jaringan saraf tiruan), natural language processing (NLP), dan computer vision. Pemilihan algoritma yang tepat tergantung pada masalah yang ingin dipecahkan. Misalnya, untuk memprediksi harga saham, algoritma regresi mungkin lebih cocok, sementara untuk mengenali objek dalam gambar, jaringan saraf tiruan akan lebih efektif.
Pelatihan Model (Training):
Pada tahap ini, model AI "belajar" dari data yang sudah diproses. Algoritma akan mencari pola dan hubungan dalam data. Proses ini sering melibatkan penyesuaian parameter dalam model secara berulang (iterasi) untuk mengoptimalkan kinerjanya dan mengurangi kesalahan. Ini mirip dengan cara manusia belajar dari pengalaman atau berlatih.
Neural Network (Jaringan Saraf Tiruan): Ini adalah komponen kunci dalam banyak AI modern, terutama deep learning. Jaringan ini terinspirasi dari struktur otak manusia, terdiri dari lapisan "neuron" yang saling terhubung. Setiap neuron memproses informasi dan meneruskannya, belajar mengenali pola kompleks.
Evaluasi Model:
Setelah dilatih, model diuji dengan data baru yang belum pernah dilihat sebelumnya. Ini untuk memastikan bahwa model dapat bekerja dengan baik pada data "dunia nyata" dan tidak hanya menghafal data pelatihan.
Implementasi dan Integrasi:
Model AI yang telah dilatih dan dievaluasi kemudian diterapkan dalam aplikasi atau sistem nyata, seperti asisten virtual, sistem rekomendasi, mobil otonom, atau chatbot.
Monitoring dan Pemeliharaan:
AI terus dipantau dan diperbarui secara berkala. Kinerjanya dapat menurun seiring waktu karena perubahan data atau kondisi, sehingga perlu penyesuaian atau pelatihan ulang.
Secara ringkas, AI bekerja dengan mengumpulkan dan memproses data, menggunakan algoritma untuk menemukan pola, dan belajar dari pola tersebut untuk membuat keputusan atau prediksi, mirip seperti otak manusia yang belajar dari pengalaman.
2. Sejarah Internet
Sejarah internet adalah perjalanan panjang yang dimulai dari proyek militer hingga menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari kita.
Berikut adalah beberapa tonggak sejarah penting:
1960-an: Awal Mula ARPANET
Konsep jaringan komputer pertama kali digagas oleh J.C.R. Licklider dari MIT pada tahun 1962 dengan ide "Galactic Network".
Pada tahun 1969, ARPANET (Advanced Research Projects Agency Network), sebuah proyek dari Departemen Pertahanan Amerika Serikat, mulai dikembangkan. Tujuannya adalah untuk menghubungkan komputer di berbagai institusi penelitian agar dapat berbagi sumber daya dan informasi, bahkan jika sebagian jaringan mengalami kerusakan. Empat node pertama terhubung pada tahun ini (UCLA, Stanford Research Institute, University of California Santa Barbara, dan University of Utah).
1970-an: Pengembangan Protokol dan Aplikasi Awal
1971: Ray Tomlinson mengembangkan email, salah satu aplikasi pertama yang populer di ARPANET, dan memperkenalkan simbol "@".
1973: Istilah "internet" mulai digunakan untuk merujuk pada jaringan yang terhubung menggunakan protokol standar. Jaringan ini mulai meluas secara global, dengan koneksi pertama ke London (Inggris) dan Norwegia.
1974: Vinton Cerf dan Bob Kahn (sering disebut sebagai "Bapak Internet") menerbitkan "A Protocol for Packet Network Interconnection" yang menjelaskan desain TCP (Transmission Control Protocol).
1980-an: TCP/IP dan Perluasan Jaringan
1982: TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol) secara resmi diadopsi sebagai protokol standar untuk ARPANET. Ini menjadi fondasi utama bagi cara kerja internet modern.
1983: Sistem Nama Domain (DNS) diperkenalkan, memungkinkan penggunaan nama domain yang lebih mudah diingat (misalnya, https://www.google.com/search?q=google.com) daripada alamat IP numerik.
1985: NSFNET (National Science Foundation Network) diluncurkan sebagai tulang punggung (backbone) berkecepatan tinggi yang menghubungkan pusat-pusat superkomputer di AS. NSFNET kemudian menjadi tulang punggung utama internet.
1990-an: Era World Wide Web dan Komersialisasi
1989: Tim Berners-Lee di CERN mengajukan proposal untuk World Wide Web (WWW), sebuah sistem informasi berbasis hiperteks yang memungkinkan pengguna menelusuri dokumen yang terhubung. Ini merevolusi cara informasi dibagikan.
1991: WWW secara resmi dirilis ke publik.
1993: Browser web grafis pertama, Mosaic, dirilis, membuat internet lebih mudah diakses oleh masyarakat umum. Ini memicu ledakan penggunaan internet.
1994: Internet mulai dikomersialkan secara luas dengan munculnya penyedia layanan internet (ISP) komersial. Di Indonesia, IndoNet menjadi ISP komersial pertama pada tahun ini.
2000-an dan Seterusnya: Broadband, Media Sosial, dan Mobile Internet
Awal 2000-an: Munculnya broadband menggantikan dial-up, memungkinkan koneksi internet yang lebih cepat dan "selalu aktif".
Pertengahan 2000-an: Era media sosial (Facebook, YouTube, Twitter) dan streaming video dimulai, mengubah cara orang berinteraksi dan mengonsumsi konten.
2010-an dan sekarang: Perkembangan mobile internet, 4G, 5G, dan perangkat pintar membuat internet dapat diakses di mana saja dan kapan saja, menjadi bagian integral dari hampir setiap aspek kehidupan.
Singkatnya, internet berevolusi dari jaringan penelitian militer menjadi jaringan global yang menghubungkan miliaran perangkat, didorong oleh inovasi protokol, World Wide Web, dan akses yang semakin mudah. **
.png)

Berita Lainnya
Dua Pegawai Positif COVID-19, Kantor Disdik Bengkalis Tutup Seminggu
Leap-Telkom Digital Luncurkan Program Beasiswa Pijar Camp
Ini Bahaya Nonton Sepak Bola dan Film di Situs Streaming Ilegal
Pengumuman! Mulai September, Penguna Android Jadul Tidak Bisa Akses Google
Review dan Spesifikasi Kompor Gas Rinnai
Pemprov Riau Siapkan Dana 2 M Untuk Pemasangan Listrik Gratis Bagi Warga Miskin
Pusat Bakal Bantu Riau Sediakan Ruangan Isolasi Pasien Covid-19
Mulai September, HP Android Ini Tidak Bisa Buka Gmail dan YouTube
Jokowi Target 2.000.000 Unit Kendaraan Listrik Digunakan Masyarakat pada 2025
Telkomsel Perkuat Sinergi Bersama Mitra Modern Channel
Telkomsel Tambah Varian Paket Voucher Fisik Internet Mulai dari Rp8 Ribu
Rilis 2022, iPhone SE 5G Berpotensi Memikat Pengguna Android Non-Premium