Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Terjerat Utang Pinjol Rp350 Juta, Pria di Penginapan Pangkalan Kerinci Coba Akhiri Hidup
PELALAWAN,INDOVIZKA.COM— Seorang pria berinisial MD (42) ditemukan dalam kondisi lemas usai melakukan percobaan bunuh diri di kamar penginapan, Jalan Lintas Timur Pasar Baru, Kecamatan Pangkalan Kerinci,Kamis (22/1/2026) malam.Korban pertama kali ditemukan oleh penjaga penginapan dalam keadaan telentang di dalam kamar, dengan luka sayatan pada bagian pergelangan tangan. Saat ditemukan, korban masih dalam kondisi sadar, namun tubuhnya tampak lemah akibat kehilangan darah.
Informasi yang diperoleh dari salah seorang warga yang berada di lokasi kejadian, mengatakan, berdasarkan keterangan dari penjaga penginapan menyebutkan, korban diketahui menginap di penginapan tersebut sejak Rabu (21/1/2026). Hingga Kamis malam, korban tidak juga keluar kamar. Merasa curiga, penjaga penginapan kemudian mengecek kamar korban sekitar pukul 19.35 WIB dan mendapati pintu kamar tidak terkunci.
“Saat pintu dibuka, korban sudah tergeletak di dalam kamar dengan luka sayatan di tangan, namun masih sadar. Kami langsung menghubungi polisi,” ujar penjaga penginapan.Jelas warga tersebut.
Tidak lama setelah itu personel piket Polsek Pangkalan Kerinci bersama Piket Samapta dan Piket Reskrim Polres Pelalawan langsung datang di lokasi kejadian.
Sambil menunggu kedatangan ambulans, petugas kepolisian berkoordinasi dengan Puskesmas Pangkalan Kerinci untuk memberikan pertolongan pertama. Setelah ambulans tiba, korban kemudian dievakuasi ke RSUD Selasih Pangkalan Kerinci guna mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.
Selain itu, berdasarkan informasi dari salah seorang personel Polisi di TKP mengatakan setibanya di tempat kejadian perkara (TKP), petugas menemukan korban telah melakukan percobaan bunuh diri dengan cara menyayat pergelangan tangan menggunakan satu buah kater berwarna merah. Luka pada tangan korban sempat dibalut menggunakan kain untuk menghentikan aliran darah.
Berdasarkan keterangan korban kepada petugas, aksi nekat tersebut dilakukan akibat tekanan ekonomi yang berat. Korban mengaku frustasi karena terjerat utang pinjaman online (pinjol) dengan nilai mencapai Rp350.000.000 (tiga ratus lima puluh juta rupiah). Akibat utang tersebut, korban mengaku terus diteror oleh pihak penagih pinjaman online, tidak hanya terhadap dirinya, namun juga kepada anggota keluarganya.
“Korban mengalami tekanan psikis cukup berat karena persoalan ekonomi dan teror dari pihak pinjaman online dengan nilai utang mencapai ratusan juta rupiah,” ujarnya
Pihak kepolisian memastikan kondisi korban saat ini masih dalam penanganan medis dan menjalani perawatan intensif di RSUD Selasih Pangkalan Kerinci. Polisi juga telah berupaya menghubungi pihak keluarga korban untuk penanganan lebih lanjut.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat yang mengalami tekanan ekonomi maupun persoalan psikologis agar tidak mengambil tindakan yang membahayakan diri sendiri serta segera mencari bantuan kepada keluarga, tenaga medis, maupun pihak terkait.
.png)

Berita Lainnya
GMPPK Suarakan Terkait Unprosedural OTT Gubernur Riau
KPU Tetapkan 3.706 Pemilih PSU Pilkada Rohul
Pameran 2nd Sawit Indonesia Expo and Conference 2024 Dihadiri 12 Produsen Benih Sawit dan 13 Perusahaan Alat Berat
Ini Jadwal Penetapan Bupati Kuansing, Rohil, dan Meranti Terpilih
Bupati Kuansing Launching Pupuk Organik Bumdes Desa Luai
Buka Bersama Kapolres Pelalawan dengan Masyarakat Minang Jalin Silaturahmi dan Perkuat Persatuan
Pengurus JMSI Inhil Terbentuk
Banyak Maling di Desa, Kades Keritang Bikin Sayembara Tangkap Maling Berhadiah 1,5 Juta
Dinas PUPR Turunkan Tim Lakukan Pemantauan dan Mitigasi Kondisi Air Meluap di Bangkinang Kota
Bupati Pelalawan Serahkan 236 Sertifikat Redistribusi Tanah di Desa Pangkalan Gondai
CAT SKB CPNS Pemprov Riau Digelar Setelah Ujian Sekolah Kedinasan
Abdul Wahid Puji Pelaksanaan MTQ IV Desa Sialang Panjang