Pilihan
Polda Riau Buru Pembantai Gajah di Estate RAPP, Gading Dirampok,Kebiadaban di Jantung Hutan Pelalawan
PELALAWAN,INDOVIZKA.COM— Kebiadaban terhadap satwa dilindungi kembali terjadi di Riau. Seekor gajah Sumatra ditemukan mati secara tragis di kawasan PT RAPP Estate Ukui, Kabupaten Pelalawan. Kondisinya bukan sekadar mati,tetapi dibantai. Gading raib digondol pemburu, sementara tubuh satwa langka itu ditemukan terpotong, kepala terpisah dari badan.
Ini bukan lagi sekadar perburuan liar. Ini kejahatan brutal terhadap spesies yang hampir punah.
Temuan bangkai gajah yang membusuk di dalam hutan memicu kemarahan luas. Gajah Sumatra adalah satwa dilindungi penuh oleh negara, populasinya terus menyusut, namun masih saja menjadi target pembantaian demi gading yang diperdagangkan di pasar gelap.
Polda Riau sudah langsung bergerak. Aparat langsung memburu pelaku yang diduga bagian dari jaringan pemburu profesional. Kejahatan ini diyakini bukan aksi tunggal, melainkan terorganisir,dari eksekutor di lapangan hingga penadah gading ilegal.
“Ini pembunuhan satwa dilindungi. Pelaku tidak boleh lolos. Pelaku harus dikejar sampai tertangkap,” tegas sumber yang terpercaya. Kamis(5/2/2026).
Informasinya sekarang ini,gabungan Polda Riau, BBKSDA, dan pihak terkait telah melakukan olah TKP, mengumpulkan jejak, serta menelusuri jalur keluar masuk kawasan. Polisi juga membidik kemungkinan keterlibatan mafia perdagangan gading yang selama ini bermain di balik hutan Sumatra.
Tragedi ini menambah daftar panjang kematian gajah di Riau,provinsi yang seharusnya menjadi benteng terakhir habitat gajah Sumatra. Namun fakta di lapangan berkata lain: hutan menyempit, jerat dipasang, peluru dilepas, gading dirampok.
Pelaku terancam dijerat UU No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi SDA Hayati, dengan hukuman penjara maksimal 5 tahun dan denda ratusan juta rupiah. Aktivis lingkungan mendesak hukuman maksimal serta pembongkaran jaringan hingga ke akar.
Setiap gajah yang mati bukan sekadar kehilangan satu satwa,tetapi satu langkah menuju kepunahan.Jika negara kalah dari pemburu, maka hutan hanya tinggal cerita.(AR)
.png)

Berita Lainnya
Indra Pomi Perintahkan Kawal dan Menangkan PT Wika
Kapolres Pelalawan Pimpin Langsung Pengamanan, Ribuan Warga Khusyuk Sholat Idul Adha di Lapangan Mini Soccer
Deklarasi Tertib Berlalulintas, Kapolres Ingatkan Komitmen Bersama Jaga Pemilu Damai 2024
CFD Dibuka Minggu Ini, Pedagang Sudah Dibolehkan Berjualan
Fokus Tangani Karhutla di Kampar, Kapolres Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan dan Personil Harus Proaktif
Polres Pelalawan Gelar Patroli Skala Besar Gabungan TNI, POLRI, Satpol PP, dan Dishub Kabupaten Pelalawan
Abdul Wahid - SF Hariyanto Resmi dilantik Presiden Prabowo Sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Riau
Operasi Lilin Lancang Kuning 2025,Polres Pelalawan Dirikan 3 Pos PAM 1 Pos Yan
Anto Rahman Lantik Pengurus Ikasmansa Periode 2020-2025
Nekat Masuk Pekanbaru, Truk Bertonase Besar Ditilang Polisi
Hasil Test PWI Riau: 75 peserta Lulus, 8 Lulus Bersyarat dan 13 Tak Lulus
TP-PKK Kuala Sebatu Sosialiasikan Pengaruh Gadget Terhadap Tingkah Laku Remaja di Era Digital