Pilihan
Corona di Seluruh Dunia Tembus 10 Juta Kasus
INDOVIZKA.COM - Kasus virus corona di seluruh dunia kini melebihi 10 juta pada Ahad (28/6). Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, angka tersebut sekitar dua kali lipat jumlah penyakit influenza parah yang dicatat setiap tahun.
Berdasarkan laporan Reuters, Amerika Utara, Amerika Latin, dan Eropa masing-masing menyumbang sekitar 25 persen kasus. Sementara, laporan dari perhitungan pemerintah, Asia dan Timur Tengah masing-masing memiliki sekitar 11 persen dan 9 persen.
Sejauh ini, ada lebih dari 497.000 kematian terkait dengan Covid-19. Jumlah tersebut diperkirakan sama dengan jumlah kematian akibat influenza yang dilaporkan setiap tahun.
- Meskipun Dihadang Israel, 80.000 Jemaah Palestina Tetap Salat Jumat di Masjid Al-Aqsa
- Aleix Espargaro Juarai MotoGP Inggris 2023
- WHO Peringatkan Setengah Populasi Dunia Berisiko Terjangkit DBD
- Declan Rice Resmi Bergabung Dengan Arsenal.
- Akan Meninggal Livepool, ini 6 Kandidat Calon Pengganti Jordan Henderson
Kasus pertama dari virus corona baru dikonfirmasi pada 10 Januari di Wuhan di China. Setelah itu infeksi dan kematian melonjak di Eropa, lalu Amerika Serikat, dan kemudian Rusia.
Pandemi kini telah memasuki fase baru, dengan India dan Brasil menghadapi lebih dari 10.000 kasus per hari. Kedua negara menyumbang lebih dari sepertiga dari semua kasus baru dalam seminggu terakhir.
Brasil melaporkan 54.700 kasus baru pada 19 Juni. Beberapa peneliti mengatakan, jumlah kematian di Amerika Latin bisa meningkat menjadi lebih dari 380.000 pada Oktober, dari sekitar 100.000 pekan ini. Jumlah kasus terus meningkat pada tingkat antara 1-2 persen per hari dalam seminggu terakhir, turun dari tingkat di atas 10 persen pada Maret.
Negara-negara termasuk China, Selandia Baru, dan Australia telah mengalami wabah baru dalam sebulan terakhir, meskipun sebagian besar bukan karena transmisi lokal. Sedangkan Beijing, melaporkan ratusan kasus baru dikaitkan dengan pasar pertanian. Untuk mengatasi itu, kapasitas pengujian telah ditingkatkan hingga 300.000 sehari.
Amerika Serikat yang telah melaporkan kasus lebih dari 2,5 juta, berhasil memperlambat penyebaran virus pada Mei. Perkembangan dalam beberapa pekan terakhir terjadi penemuan kasus ke daerah perdesaan dan tempat-tempat lain yang sebelumnya tidak terpengaruh.
.png)

Berita Lainnya
Jenderal Top Iran Tewas dalam Serangan AS "atas Arahan Presiden"
Kunjungan Wapres Gibran Disambut Antusias Warga Rohil, Infrastruktur hingga Pendidikan Jadi Harapan
Iran Bakal Serang Israel Selama 4 Hari, Pesawat Sipil Diminta Menjauh hingga 14 Agustus
PBB Hapus Ganja dari Obat Berbahaya, Restui Penggunaan Medis
Uji Coba Sukses! Vaksin Corona China Hasilkan Antibodi COVID-19 dalam 14 Hari
Polda Sulsel klaim kasus korupsi ditangani meningkat
Aleix Espargaro Juarai MotoGP Inggris 2023
Sidang Pemakzulan Trump Dimulai Pekan Depan
Negara Ini Sahkan Undang-undang Anti-Pemerkosaan dengan Hukuman Kebiri
Perusahaan PDG Asal Singapur Akan Bangun Data Center Rp 15 Triliun di Batam
Rapat DPR dan Menkum HAM, makin malam makin panas
Indonesia Dorong Terwujudnya Perdamaian dan Kurangi Penderitaan Rakyat Gaza