Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Dolar AS Menguat Menyusul Pencalonan Jerome Powell di Periode Dua
JAKARTA (INDOVIZKA) - Dolar AS mencapai level tertinggi 16-bulan terhadap euro pada akhir perdagangan Senin atau Selasa pagi, 23 November 2021. Kenaikan ini terjadi setelah Ketua Federal Reserve Jerome Powell dinominasikan untuk masa jabatan empat tahun kedua oleh Presiden Joe Biden.
Gedung Putih menyatakan Lael Brainard, anggota dewan Federal Reserve yang merupakan kandidat teratas lainnya untuk jabatan itu, akan menjadi wakil ketua.
"Dengan Jerome Powell dicalonkan kembali untuk masa jabatan kedua, itu menunjukkan prospek kebijakan moneter yang kurang dovish daripada di bawah kepemimpinan Brainard," kata Joe Manimbo, analis pasar senior di Western Union Business Solutions di Washington.
- Meskipun Dihadang Israel, 80.000 Jemaah Palestina Tetap Salat Jumat di Masjid Al-Aqsa
- Aleix Espargaro Juarai MotoGP Inggris 2023
- WHO Peringatkan Setengah Populasi Dunia Berisiko Terjangkit DBD
- Declan Rice Resmi Bergabung Dengan Arsenal.
- Akan Meninggal Livepool, ini 6 Kandidat Calon Pengganti Jordan Henderson
"Sepertinya ada ruang lingkup yang lebih besar untuk kenaikan suku bunga AS di bawah Powell dengan Powell tetap sebagai Ketua Fed, dan itu secara luas positif untuk dolar," tambah Manimbo.
Indeks dolar terhadap sekeranjang enam mata uang saingannya naik 0,42 persen hari ini menjadi 96,53, tertinggi sejak Juli 2020. Euro merosot 0,58 persen menjadi 1,1233 dolar, juga terlemah sejak Juli 2020.
Mata uang tunggal juga terseret lebih rendah karena kekhawatiran meningkatnya pembatasan baru Covid-19 di Eropa, dengan Austria memasuki penguncian penuh lainnya dan Jerman mempertimbangkan untuk mengikutinya.
"Ini semacam pukulan satu-dua untuk euro. Salah satunya adalah peningkatan kasus di seluruh blok, dan apa yang dilakukan adalah memperkuat pandangan yang jelas dovish untuk kebijakan (Bank Sentral Eropa) dan itu sangat kontras dengan The Fed, dimana tekanan meningkat bagi bank sentral AS untuk mengadopsi langkah normalisasi yang lebih cepat," kata Manimbo.
Powell dan Brainard pada Senin, 22 November 2021, mencatat dampak korosif inflasi yang tinggi terhadap ekonomi AS dan keluarga-keluarga Amerika dalam apa yang mungkin menjadi sinyal bahwa mengendalikan laju kenaikan harga yang cepat sekarang menjadi prioritas utama bank sentral.
The Fed akan merilis risalah pada Rabu, 24 November 2021, yang akan dievaluasi untuk setiap indikasi baru bahwa hal itu dapat mempercepat pengurangan pembelian obligasi dan menaikkan suku bunga lebih cepat dari yang diperkirakan.
Pejabat Fed Richard Clarida dan Christopher Waller pada Jumat, 19 November 2021, menyatakan langkah yang lebih cepat dari pengurangan stimulus mungkin tepat di tengah pemulihan yang cepat dan inflasi yang memanas.
Dolar juga naik 0,79 persen terhadap mata uang safe haven yen Jepang menjadi 114,93, mendekati level tertinggi 4,5 tahun di 114,97 yang dicapai pada 17 November.
Greenback juga menguat 0,55 persen terhadap dolar Kanada mencapai tertinggi tujuh minggu di 1,27 dolar Kanada.
"Mengingat kemungkinan bahwa lebih banyak penguncian virus diumumkan dalam beberapa hari dan minggu mendatang, mata uang yang sensitif terhadap risiko seperti dolar Kanada dapat diperdagangkan defensif sementara penurunan harga minyak memberikan hambatan tambahan," kata analis di Scotiabank dalam sebuah laporan pada Jumat, 19 November 2021.
.png)

Berita Lainnya
Natuna Memanas, Berikut Kekuatan Militer Indonesia dan China
Anies Baswedan Diangkat Menjadi Anggota Dewan University of Oxford
Kenapa Israel Menyerang Palestina, Ini Sejarah dan Awal Mulanya
Ini selebrasi Zabaleta andai jebol gawang MU
Kantor Dibom Israel, Aljazirah: Ini Upaya Bungkam Jurnalis
KBRI Riyadh Imbau WNI Sementara tak ke Makkah dan Madinah
Rapat Pleno PWI Pusat Tunjuk Zulmansyah Sekedang Plt Ketum PWI
Aleix Espargaro Juarai MotoGP Inggris 2023
Rayan Bocah yang Terjebak di Dalam Sumur Meninggal, Raja Maroko Ikut Berduka
Ular Pelangi yang Pemalu Ditemukan untuk Pertama Kalinya
Perusahaan PDG Asal Singapur Akan Bangun Data Center Rp 15 Triliun di Batam
Meski Dilarang Pemerintah, Pelajar Muslimah India Istiqamah Berhijab