Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Hanya SMA Rohil di Riau Boleh Belajar Tatap Muka 13 Juli Ini
PEKANBARU - Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat di Indonesia, termasuk di Provinsi Riau, dijadwalkan sudah akan dimulai pada 13 Juli 2020.
Hanya saja, tak semua sekolah boleh melakukan sistem belajar dengan metode tatap muka.
Seperti diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Riau, Zul Ikram. Menurutnya, sekolah yang boleh melakukan kegiatan belajar mengajar dengan tatap muka hanya sekolah yang berada di zona hijau.
Sementara untuk di provinsi Riau, zona hijau atau yang aman dari virus corona (Covid-19) hanya Kabupaten Rokan Hilir (Rohil).
"Jadi Kabupaten Rohil yang sudah boleh melaksanakan sekolah tatap muka, karena berada di zona hijau. Namun tetap harus melakukan protokol kesehatan pencegahan virus corona yang ketat," kata Zul Ikram
Sedangkan untuk daerah di Riau lainnya, yakni 11 kabupaten/kota, informasi yang didapatkan pihaknya dari tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Riau masih berada di zona kuning atau belum aman dari penularan virus corona.
"Untuk daerah lainnya, masih zona kuning, jadi belum bisa sekolah dengan sistem tatap muka. Melainkan harus melakukan sekolah dengan sistem daring atau online," terang Zul Ikram.**
.png)

Berita Lainnya
Mahasiswa Kukerta UNRI Sosialisasikan Protokol Kesehatan Covid-19 di Kempas Jaya
DPRD Riau Dukung Pemerintah Terapkan Belajar Tatap Muka di Sekolah
Kadis Pendidikan Inhil Ingatkan Guru Tetap Masuk Seperti Biasa
Dukung Pariwisata Inhil, Abdul Wahid Berakhir Pekan di Pantai Solop
Hendri Domo: RA Nursyahira Tempat Belajar yang Nyaman Penuh Kasih Sayang
UIR Bersama Pemkab Siak Kembali Perpanjang MoU Kerjasama Pendidikan
UN Ditiadakan, Begini Nasib Penerimaan Peserta Didik Baru
247 Santri Pondok Pesantren Gontor Asal Riau Negatif Covid-19
Jelang Penerapan New Normal, Ketua Syuro PKB Riau Minta Pemerintah Dukung Fasilitas Kesehatan di Ponpes
Kampung Inggris di Tembilahan Diresmikan
Dibuka 23 Maret 2022, Begini Cara Daftar LTMPT untuk Ikut SBMPTN dan SNMPTN
Pengamat: Program Kuota Gratis Kemendikbud Pembohongan Publik