Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
SMA Negeri 5 Dumai Mulai Belajar Tatap Muka, Orang Tua Tak Setuju Ada Opsi
DUMAI (INDOVIZKA) - SMA Negeri 5 Dumai telah memberlakukan belajar tatap muka secara terbatas sejak Rabu (10/2/2021) kemarin. Segala hal terkait persiapan dan pencegahan Covid-19 sudah dipersiapkan dan diantisipasi secara matang sesuai protokoler pemerintah.
Pembelajaran itu ditandai dengan penyerahan sertifikasi tanda dimulainya proses belajar mengajar tatap muka oleh perwakilan anggota DPRD Dumai Edison SH, Komisi I.
Launching kegiatan tatap muka terbatas di SMAN 5 Dumai, dihadiri oleh Lurah Teluk Makmur, Camat Medang Kampai, perwakilan Anggota DPRD Kota Dumai, Komite sekolah, pengawas SMA/SMK, Puskesmas Medang Kampai, Tim Satgas Covid-19? Kota Dumai.
Kepala Sekolah SMAN 5 Dumai, Roni Pasla MPd mengatakan, bagi siswa yang mau mulai pembelajaran secara tatap muka harus memperoleh izin orangtua. Lalu, mereka juga harus memiliki risiko kecil terhadap kemungkinan penularan Covid-19.
"Kedua hal tersebut SMA N 5 Dumai sudah mengeluarkan surat edaran yang berupa angket untuk menjaring izin dari orangtua dan menganalisa resiko penularan Covid-19 dari siswa yang akan tatap muka," kata Roni dalam keterangannya, melansir laman SMA Negeri 5 Dumai.
Praktik untuk tingkatkan kompetensi, menurut dia, berdasarkan data masuk menyimpulkan, orangtua telah setuju putra dan putrinya untuk kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka secara terbatas, dengan alasan yang dominan yaitu agar para siswa dapat melaksanakan praktik, tidak hanya teori saja melalui daring.
Bila ada orangtua yang belum setuju anaknya melakukan pembelajaran dengan bertatap muka di sekolah, maka bisa diakomodir dengan pembelajaran jarak jauh. Meski pembelajarannya nanti mengalami keterbatasan.
Dia menyebutkan, SMA Negeri 5 Dumai sudah menyiapkan berbagai sarana prasarana dan metode pencegahannya, seperti KBM praktek tatap muka terbatas dengan jadwal hanya sepertiga jumlah sarana dan prasarana yang ada. Sehingga jadwal sudah dimodifikasi sedemikian rupa.
Siswa di sekolah, lanjut dia, akan dibagi 2 shift. Sedangkan jeda waktu antar shift untuk menghindari kerumunan orang dan praktek hanya dua orang setiap kelompok.
"Proses masuk dan keluar sekolah dan ke ruang praktek diatur dengan ketat dengan pencegahan dan protokol Covid-19. Piket Tim Budaya dan Tim Gugus Pencegahan Covid-19 setiap hari, dengan protokol kesehatan yang sudah ada," pungkas Roni.
.png)

Berita Lainnya
Malam ke-10 Ramadan, Polisi Pekanbaru Kembali Bubarkan Pengunjung Tempat Keramaian
Kapolres Inhil Kawal Penyaluran BST Tahap Pertama Hingga Dini Hari
4.043 Nakes Komorbid di Pekanbaru Bisa Divaksin, Stok Cukup?
Dua Bocah Kakak Beradik Tenggelam di Pulau Cinta Kampar, Tim Gabungan Masih Mencari
LKJ Raja Ali Kelana 2023 Dimulai
Jelang Porprov ke X di Kuansing, Gerak Cepat Pemkab Sambangi Sekdaprov Riau
Jangan Hanya Pekanbaru, Dewan Minta Pj Gubri Juga Perhatikan Infrastruktur Jalan Daerah Lain
Gerak Cepat Satlantas Polres Pelalawan Evakuasi Truk Kayu Terbalik, Arus Lalu Lintas Kembali Normal
Bupati Kasmarni Terima Penghargaan Cakaplah Award Kategori Kepala Daerah Penggerak Pembangunan Desa
Antisipasi Penumpukan Kendaraan, Dishub Berlakukan Ganjil Genap di Pelabuhan Roro Bengkalis pada Arus Balik Lebaran
Pakta Integritas Penerimaan Calon Anggota Polri di Polres Inhu Resmi Diteken
Bertabur Hadiah, Jalan Santai PWI Siak Diramaikan Ribuan Masyarakat