Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Premium Langka di Pekanbaru, Pertamina Pastikan Tak Kurangi Pasokan
PEKANBARU (INDOVIZKA) - Pertamina memastikan tidak melakukan pengurangan pasokan premium untuk wilayah Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Hal ini menyusul sulitnya masyarakat di Kota Pekanbaru mendapatkan BBM bersubsidi tersebut.
"Untuk premium di Pekanbaru tidak ada pengurangan sama sekali. Semua sesuai dengan kuota dan penugasan dari pemerintah," ujar Officer Communications and Relation Pertamina Reegional Sumbagut, Haris Yanuanza kepada INDOVIZKA.COM, Kamis (4/3/2021).
Ia mengatakan dari sisi penyalurannya, ada indikasi-indikasi adanya pelanggaran penyaluran. Adanya indikasi mobil-mobil tangki yang dimodifikasi.
"Jadi dengan hasil investigasi yang telah kita dilakukan, Pertamina telah memberikan sanksi kepada lima Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) yang diduga melakukan penyalahgunaan dalam menyalurkan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) Premium di Pekanbaru, Riau," Cakapnya.
Ia mengatakan sanksi yang diberikan dilakukan secara bertahap, diawali dengan surat peringatan atau teguran, penghentian pasokan suplai Premium sementara hingga penghentian suplai secara permanen.
"Kami akan menindak tegas SPBU yang tidak tertib dalam menyalurkan JBKP Premium. Sanksinya mulai dari surat teguran, skorsing, penghentian suplai Premium sementara hingga penghentian suplai secara permanen tergantung tingkat kesalahan dari pihak SPBU tersebut," sebutnya.
Lanjutnya, untuk lima SPBU yang diberi sanksi tersebut, dua diantaranya diberikan sanksi tegas, berupa penghentian alokasi Premium, karena telah melakukan pelanggaran berulang-ulang, sedangkan tiga SPBU lainnya dikenakan sanksi berupa skorsing selama satu minggu.
Indikasi kecurangan, oknum petugas SPBU diduga terlibat pelangsiran BBM bersubsidi dan tangki kendaraan dimodifikasi.
"Sudah bisa dipastikan pelangsir dan pengisian untuk mobil roda empat lebih dari kapasitas tangki standar. Tangkinya dimodifikasi agar bisa mengisi Premium lebih banyak," jelasnya.
Dikatakan Haris lagi, terkait adanya informasi sebelumnya terkait adanya pelangsiran premium yang dijual ke wilayah lain, yakni, Sumatera Barat, hal tersebut baru sebatas indikasi dan asumsi, belum bisa dipastikan pihaknya. "Butuh kajian yang lebih mendalam," ucapnya.
Unit Manager Communication Relation & CSR Pertamina Regional bagian Utara (Sumbagut), Taufikurachman menambahkan selama hampir dua bulan yakni pada Januari dan Februari tahun ini, Pertamina telah menyalurkan JBKP sebanyak 15.432 Kilo Liter (KL) dan JBT (Jenis BBM Tertentu) sejumlah 18.524 KL.
"Kita berharap ke depannya tak ada lagi SPBU yang terkena sanksi dan seluruh masyarakat serta semua pihak ikut mengawasi penyaluran BBM subsidi ini. Jika ada indikasi SPBU sebagai lembaga penyalur JBKP kurang tepat sasaran, saya harap masyarakat memberikan laporan melalui call center Pertamina di nomor 135," pungkasnya.***
.png)

Berita Lainnya
Ramai Jelang Lebaran, Pengunjung dan Pedagang STC Banyak Lepaskan Masker
Topik Webinar Kominfo di Pelalawan: Belajar Asik dengan Google Class Room
Satu Keluarga di Pelalawan Positif Covid-19
PT KIG dan PT Pelindo 1 Menandatangani Perjanjian KSO Pengoperasian Pelabuhan Parit 21 Tembilahan
Kemenko Pangan Proyeksi Padi di Areal PSR PTPN IV Regional III Hasilkan 50 Ton Gabah
Perbaiki 17 Ruas Jalan, Warga Pekanbaru : Terima Kasih Pj Gubernur Riau
Musyawarah Penerima BLT Covid 19 di Siak Ricuh
Kembangkan Masjid Paripurna, Walikota Terima Pin Emas dari Kemenag RI
Dua Kasat dan Satu Kabag di Polres Inhil Diganti
Kisah Janda Dua Anak di Pangkalan Kerinci Bertahan Hidup Jualan Pem-pek
Jaksa Susun Berkas Perkara Tersangka Ambruknya Turap Danau Tajwid
Hasil Seleksi Administrasi, 89 Penjabat Lulus Selter JPTP di Kampar