Pilihan
Banyak Anak Jalanan di Pekanbaru, Sekda Ingatkan OPD Teknis Gencar Razia
PEKANBARU (INDOVIZKA) - Masalah sosial masih terjadi di Kota Pekanbaru. Seperti banyaknya anak jalanan di traffic light di beberapa persimpangan jalan di Ibukota Provinsi Riau itu.
Ada yang menjajakan tisu, ada pula yang menjadi manusia silver. Keberadaan mereka bisa ditemui di persimpangan Mal SKA, Jalan Gajah Mada, serta kawasan Jalan Soebrantas.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pekanbaru Muhammad Jamil saat dikonfirmasi mengingatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis giat lakukan razia. Seperti Satpol PP, Dinas Sosial, dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
"Kita minta agar lebih giat menggelar operasi anak jalanan. Kalau ada semacam pelanggaran ya diberikan sanksi saja," kata Jamil, Selasa (9/3/2021).
Ia juga meminta agar Dinas Pendidikan (Disdik) Pekanbaru mengimbau orangtua maupun wali murid, agar tidak membiarkan anak berkeliaran saat usai sekolah. Serta memberikan teguran bagi orang tua atau wali yang anaknya kedapatan menjadi anak jalanan.
"Anak jalanan ini kita lihat dulu, apakah warga lokal atau dari luar daerah. Kita minta juga agar Disdik mengimbau orang tua, supaya jangan melepas anaknya di luar rumah setelah sekolah," jelasnya.
.png)

Berita Lainnya
Ditargetkan Fungsional Sebelum Lebaran, Progres Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang Baru 66 Persen
Gubri Abdul Wahid Perjuangkan Aspirasi Kepala Daerah
DPRD Minta Pemerintah Lakukan Sosialisasi Vaksinasi Covid-19
Kontrak Diputus, PT Datama harus Bayar Hutang Ratusan Juta ke Dishub Pekanbaru
Tiga Kali Mangkir, Ketua KONI Kampar Akhirnya Diperiksa Jaksa
Kadin Inhil Lakukan Rapat Awal Persiapan Mukab
PKKMB Mahasiswa RPL S1 Ilmu Hukum UNISI Berlangsung Sukses
Daftar Ulang CPNS Dumai Tunggu Petunjuk, Hari Ini Terakhir Jawaban Masa Sanggah
BPSK Hanya Dua di Riau, Salah Satunya di Kuansing
Polda Riau Ungkap Modus Penyelewengan BBM Bersubsidi
BRI Banjir Undian Panen Hadiah Simpedes Periode I Tahun 2021
Pemprov-Pemkot Lepas Tangan, Jalan Rusak di Pekanbaru 'Dijual' Warga