Sebelum Membelot ke Moeldoko, Dua Ketua DPC Demokrat di Riau Sempat Cap Darah untuk AHY

DPC Demokrat se-Riau deklarasi dan penandatanganan sekaligus pemberian cap darah sebagai bentuk kesetiaan kader Demokrat untuk Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Sabtu (20/2/2021).

PEKANBARU (INDOVIZKA) - Dua ketua DPC Partai Demokrat di Riau yang diduga mengikuti Kongres Luar Biasa (KLB) di Sibolangit, Sumatera Utara diketahui sempat menyatakan dukungan untuk Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Bahkan mereka juga ikut membubuhkan cap darah saat konsolidasi yang dilakukan DPD Demokrat Riau beberapa waktu lalu, yang mana mereka siap untuk menjadi perisai kepemimpinan putra sulung dari SBY tersebut.

Kedua Ketua DPC Demokrat tersebut adalah Jontikal di Kuansing dan Muhammad Ridwan di Rokan Hilir. Saat ini keduanya telah dipecat DPP.

Ketua DPD Demokrat Riau, Asri Auzar mengakui bahwa sebelumnya seluruh DPC di Riau solid untuk bersama di barisan AHY. Namun nyatanya ketika KLB yang diprakarsai mantan pendiri dan kader Demokrat yang telah dipecat, kedua Ketua DPC di Riau itu ikut serta mendukung Moeldoko.

"Sebulan sebelum KLB, kita buat acara, mereka menandatangani kesepakatan, teken dan cap jempol darah kesetiaan. Namun, di hari-hari terakhir mereka enggan untuk loyal dan terindikasikan berada di kubu KLB abal-abal, makanya mereka dipecat," cakap Asri Auzar kepada INDOVIZKA.com, Kamis (11/3/2021).

Asri Auzar mengatakan bahwa Partai Demokrat membuat pakta integritas yang bunyinya harus loyal dan patuh terhadap DPP dibawah kepemimpinan AHY.

"Akan tetapi mereka terindikasi tak loyal, dan mereka akhirnya dipecat," cakapnya.

Sebagaimana diketahui, kekisruhan sedang melanda Partai Demokrat. Dimana terjadinya KLB di Sibolangit, Deli Serdang Sumatera Utara yang menempatkan Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko sebagai Ketua Umum.

Padahal, berdasarkan Kongres ke V pada Maret 2020 lalu, putra sulung SBY, yakni AHY dipercaya secara aklamasi menjadi ketua umum Demokrat.***






[Ikuti Indovizka.com Melalui Sosial Media]


Tulis Komentar