Pilihan
Pelaksanaan Porkot Pekanbaru Tunggu Juklak PON
PEKANBARU (INDOVIZKA) - Jadwal pelaksanaan Pekan Olahraga Kota (Porkot) Pekanbaru hingga saat ini masih menunggu Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) Pekan Olahraga Nasional (PON).
Hal ini disampaikan oleh Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Pekanbaru Anis Murziel, Kamis (18/3/2021). Ia mengatakan KONI Pekanbaru berharap pelaksanaan Porkot Pekanbaru akan tetap digelar tahun 2021.
"Mengingat Porkot terakhir kali itu kita gelar tahun 2019. Dan juga ini untuk kepentingan Porprov 2022. Ini menjadi ajang kita untuk melakukan seleksi terakhir dalam rangka Porprov 2022," ujar Anis, Kamis (18/3/2021).
Ia mengatakan tentang pelaksanaan Porkot yang biasanya dilakukan di bulan September, akan diundur setelah PON dilaksanakan.
"Yang pertama karena kita harus dapat dulu Juklak pelaksanaan PON yang ada di Papua tentang pengaturan bagaimana penerapan protokol kesehatan selama event pertandingan. Nah itu yang harus kita dapatkan dan itu yang akan kita turunkan ke pelaksanaan ivent Porkot ini," Cakapnya.
Contohnya Cabang Olahraga (Cabor) apa saja yang boleh dipertandingkan di masa PON, kemudian bagaimana cara mengatur penonton pada olahraga saat pertandingan seperti sepak bola, badminton dan lain sebagianya.
Kemudian juga bagaimana mengatur pertandingan bela diri yang body kontak.
"Ini juga kita yang harus mendapatkan turunan aturan protokol kesehatan dari pelaksanaan PON. Nah setelah itu kita juga melakukan pertimbangan bahwa secara teknis kita lihat dulu di lapangan bagaimana panitia PON itu melaksanakan kegiatannya di lapangan. Maka itulah yang akan kita tiru nanti turunannya ke pelaksanaan Porkot nanti," cakapnya.
"Untuk itu kita akan laksanakan Porkot setelah PON selesai. Jadi kira-kira bulan Novemberlah Porkot akan kita gelar," imbuhnya.
Selanjutnya kata Anis, KONI juga akan melakukan konsultasi dengan pemko terhadap ketersedian dana dalam pelaksanaan Porkot nantinya.
"Untuk pembahasan soal Porkot sendiri sampai saat ini memang belum dilakukan. Karena kami khawatir terlalu berulang melakukan pembahasan. Intinya kita tunggu Juklak dari PON baru kita akan lakukan pembahasan," pungkasnya.
.png)

Berita Lainnya
Kebakaran, 8 Unit Bangunan di Belaras Hangus Jadi Abu
Polres Pelalawan Sosialisasikan Bahaya Narkoba
Terdakwa Kasus Pembunuh Siswi SMP Memohon Keringanan Hukuman, Alasan Masih Sekolah
PT EMP Bentu Sebut CSR Selalu Disalurkan Membantu Masyarakat
EMP Akuisisi Dua Blok Migas di Kabupaten Kampar dan Siak Provinsi Riau
Warga Berniat Kembalikan Bantuan Sembako ke Walikota Firdaus
Karya LKJ Ali Kelana Raja Ali Haji 2024 Mulai Dipublikasikan
Kantor Kanwil BPN Riau Digeledah, KPK Amankan Sejumlah Dokumen HGU
Dilantik Pj Gubri SF Hariyanto, Indra Resmi Jabat Pj Sekdaprov Riau
PKB akan Usung Catur Sugeng dan Taufik di Pilkada Kampar dan Pekanbaru
Pilkada Aman, Partisipasi Tinggi di Tengah Pandemi
Lima Terdakwa Kasus Pupuk Subsidi Bandar Petalangan Jalani Sidang Perdana