Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
BPJS Ketenagakerjaan Minta Pemkab Siak Daftarkan 84 Ribu Angkatan Kerja Masuk Program Jamsostek
SIAK (INDOVIZKA) - Sebanyak 84.713 orang angkatan kerja belum terdaftar pada program jaminan sosial ketenagakerjaan (Jamsostek) dari BPJS Ketenagakerjaan.
Jumlah angkatan kerja di Siak seluruhnya mencapai 331.592 orang, terdiri dari pekerja penerima upah, bukan penerima upah, ASN, TNI, Polri, pegawai non-ASN serta penyelenggara pemilu. Dari jumlah tersebut sudah 246.879 orang yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan.
"Yang belum terdaftar 84.713 orang. Kita perlu minta bantuan agar pemerintah daerah bisa memberikan jaminan perlindungan bagi pekerja di Siak," cakap Yusuf, Jumat (9/4/2021).
Permintaan itu didasari oleh Instruksi Presiden (Inpres) nomor 2 tentang optimalisasi program Jamsostek yang esensinya meminta daerah untuk meningkatkan kepesertaan masyarakat di wilayahnya.
"Intinya kami memohon dorongan dari Pemkab Siak dalam bentuk alokasi anggaran untuk memberi perlindungan bagi pekerjanya yang rentan atau miskin," katanya.
Yusuf mengatakan, pihaknya akan melakukan komunikasi ke Dinas Sosial Kabupaten Siak untuk mendata angkatan kerja yang kurang mampu.
"Jika optimalisasi ini berhasil, maka kepala daerah akan diundang untuk diberikan penghargaan oleh presiden RI," kata dia.
Bupati Siak, Alfedri mengaku telah menerima Inpres nomor 2 tahun 2021 itu. Namun ia masih ingin mengetahui lebih jauh lagi melalui mekanisme apa bantuan optimalisasi itu.
"Sebelumnya, kita minta bagaimana implementasi dan mekanisme bantuan ini. Apakah ini disalurkan melalui pemerintah daerah atau bagaimana? karena sumbernya ada dari APBN juga selain APBD," kata Alfedri saat ditemui di Kantor Bupati Siak, Kamis (8/4/2021).
Untuk program tersebut, sambung Alfedri, tentu fokusnya pada 84 ribu angkatan kerja yang belum terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan. Dan berdasarkan kategori di Siak masyarakat miskin dan sangat miskin itu ada 10 ribu KK.
"Mereka juga mendapatkan program keluarga harapan (PKH) dan ada 20 ribu lagi yang rentan miskin. Ini nanti yang jadi fokus untuk jaminan kecelakaan kerja, kematian dan hari tua," katanya.***
.png)

Berita Lainnya
Aliman Makmur Kubur Mimpi Yuyun Pimpin Pramuka Kampar Dua Periode
Buka Turnamen Bola Santos Cup 2022, Repol Ajak Para Pemain Junjung Sportivitas
Satpol PP Pekanbaru Tertibkan Pedagang yang Jualan di Trotoar, Ayam dan Bunga Disita
Dukung Pengembangan kelistrikan, Pj. Bupati Inhil Jalin Sinergitas bersama PT. PLN
FERMADANI Dapat No Urut 2 Untuk Pilkada Inhil 2024
IMB Dihapus, Pemprov Riau Terapkan PBG Mulai Tahun Ini
MODENA Tanamkan Teknologi BioPad dalam Water Dispenser MODENA DD 7181 L
Besok Gubri Syamsuar Lantik Pj Bupati Inhu Chairul Riski
Jalin Kerjasama, Pengurus Rumah Yatim Silaturahmi dengan Ketua PWI-SMSI Riau
Digelar Minggu ini, CFD Diputuskan Usai Rapat Forkopimda
Pengukuhan BEM Se-Riau,Mahasiswa Harus Jadi Agent of Control dalam Mengkritisi Kebijakan Pemerintah
Bupati Inhil Lantik Dua Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama