Sampah Menumpuk, Operator Berdalih Sulit Dapatkan Solar


PEKANBARU, (INDOVIZKA) -  Meski telah diserahkan pengelolaannya pada pihak ketiga, namun persoalan sampah di Pekanbaru tak kunjung selesai. Terbukti,  sampah masih menumpuk di sejumlah ruas jalan di zona I Pekanbaru. Tumpukan sampah terlihat di pinggiran Jalan Panglima dan Jalan Soekarno-Hatta, Senin (18/10/2021).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru, Raja Marzuki mengatakan, Jalan Panglima dan Jalan Soekarno-Hatta merupakan zona I. Dimana meliputi empat kecamatan yakni Bina Widaya, Tuah Madani, Payung Sekaki dan Marpoyan Damai.

"Zona I merupakan tanggung jawab dari PT.Godang Tua Jaya (GTJ). Memang banyak laporan sampah tidak terangkut di zona I Kota Pekanbaru." Ujar Raja Marzuki  Senin (18/10/2021).

Raja Marzuki mengaku sudah mempertanyakan hal ini kepada PT.GTJ sebagai operator yang mengangkut sampah di zona I. Namun, operator angkutan berdalih kesulitan mendapat bahan bakar solar.

Armada milik PT.GTJ mengaku  harus antre untuk mendapat solar. Hal ini mengakibatkan  banyaknya sampah yang tidak terangkut.Marzuki meminta operator bisa mengoptimalkan pengangkutan sampah di zona I.

"Mereka harusnya mengatur rute dan rotasi angkutan sampah agar menjangkau seluruh kawasan." Marzuki menambahkan.

Selain itu  operator diminta menambah jumlah armada angkutan sampah.Saat ini PT GTJ memiliki 40 unit dump truck. Dua unit dump truck ukuran besar, sembilan unit pick up dan delapan unit becak motor. Marzuki menilai Jumlah kendaraan ini belum menjangkau wilayah di zona I.

Tidak hanya  operator angkutan di zona I, namun operator sampag zona II yakni PT.Samhana Indah (SHI) diminta juga optimalkan pengangkutan sampah.

Dimana mereka bertugas mengangkut sampah di Kecamatan Bukit Raya, Lima Puluh, Sail, Pekanbaru Kota, Tenayan, Kulim, Sukajadi dan Senapelan.






[Ikuti Indovizka.com Melalui Sosial Media]


Tulis Komentar