Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Sri Mulyani Beberkan Pentingnya Forum G20 untuk Perdagangan dan Investasi
JAKARTA (INDOVIZKA) - Indonesia terpilih menjadi Presidensi G20 di tahun 2022 yang terdiri dari sherpa track dan finance track. Sebagai gong awal atas pertemuan finance track, diselenggarakan pertemuan tingkat deputi yang pertama (FCBD), di Bali, Kamis (9/12).
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menyambut baik kick off Seminar high level siscussion on the presidency dengan tema "Recover Together, Recover Stronger". Menurutnya G20 ini merupakan forum yang sama penting.
"G20 adalah forum yang sangat penting bagi kita semua. Kita tahu bahwa ini mempengaruhi sebagian besar perdagangan ekonomi global serta investasi," kata Menkeu Sri Mulyani.
- Ketua Tim Jargas Sebut Kado Ultah ke-26 Pelalawan Dapat Tambahan Kuota 3.076 Jaringan Gas dari APBN
- Aktif Kembali Bumdes Jaya Bersama setelah Fakum Hampir 7 Tahun
- Wabup Husni Tamrin Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2025
- Pemerintah Kabupaten Pelalawan Melaksanakan Operasi Pasar Murah Jelang Idul Fitri 1446 H
- Pemkab Pelalawan Sediakan Bantuan Penyebrangan Roda Dua Gratis Melintasi Banjir Jalan Lintas Timur
Sri Mulyani menegaskan, dalam diskusi ini akan dibahas terkait tantangan ekonomi global ke depan. Lantaran saat ini seluruh dunia mengalami pandemi covid-19. Selain itu, pandemi masih mempengaruhi pemulihan ekonomi global secara keseluruhan.
"Kita menghadapi situasi yang masih sangat menantang, karena kita masih dalam situasi pandemi. Dan ini menjadi faktor lain, yang akan mempengaruhi pemulihan ekonomi global secara keseluruhan," ujarnya.
Kebijakan Lebih Kompleks
Di sisi lain, bendahara negara ini melihat, dunia tengah dihadapkan dengan kebijakan yang jauh lebih kompleks di sisi makro. Menurutnya, kini ruang fiskal sudah semakin sempit, sisi moneter juga semakin menantang di beberapa negara. Di mana pemulihan mereka disertai dengan tingkat inflasi yang lebih tinggi yang kemudian menciptakan dan situasi kritis.
"Beberapa negara harus mulai mengetatkan kebijakan mereka, yang lain masih perlu mendukung dan kehilangan instrument kebijakannya," ujar Menkeu.
Oleh karena itu, hal-hal yang telah disebutkan Menkeu di atas akan menjadi salah satu diskusi terpenting yang akan dibahas dalam G20 ini.
Tentu dalam forum G20, Menkeu berharap tidak hanya berdiskusi saja melainkan mampu menghasilkan kebijakan yang dapat membangun kepercayaan bagi dunia global. Oleh karena itu, Indonesia mengusung tema “Recovery Together and Recover Stronger”.
.png)

Berita Lainnya
Uang Kertas Diprediksi Segera Punah Digantikan Aplikasi
Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1446 H, Pemkab Kampar Gelar GPM Stabilkan Harga
4000 Ekor Ikan Lele Ditabur di Keramba Kodim 0314/Inhil
Sejak 1963, Pasar Subuh Tembilahan Tidak Pernah Sepi
Kemenkeu Catat Kekayaan Negara Berupa Tanah 12 Universitas Negeri Bernilai Rp 161 T
Produk Tropicana Slim Santan Rendah Lemak Jenuh dan Tinggi Serat
Utang Pemerintah Tembus Rp6.713 Triliun Hingga November 2021
Beli Migor Curah Via Aplikasi PeduliLindungi dan NIK, Begini Respon DPRD Pekanbaru
Tak Langgar Aturan, Angkringan UMKM Kini Hidupkan Malam Jalan Hangtuah
Besok, Kadin Inhil dan Apkasindo Riau Gelar Pasar Murah Minyak Goreng Curah
Gaji ke-13 PNS Cair Juli, Ini Bedanya dengan Tahun Lalu
Dampak Virus Corona, Harga Kebutuhan Pokok di Pasar Tradisional Melambung