Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Indonesia Terima Donasi 1,7 Juta Lebih Dosis Vaksin Pfizer dari Amerika
JAKARTA (INDOVIZKA) - Pemerintah Indonesia menerima donasi 1.759.965 dosis vaksin Pfizer dari Amerika Serikat melalui fasilitas COVAX yang tiba melalui tahap ke-158 pada Selasa, kata pejabat Kementerian Kesehatan RI.
"Pemerintah terus berkomitmen untuk menghadirkan vaksin COVID-19 di Indonesia," ujar Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan RI Siti Nadia Tarmizi dilansir Antara, di Jakarta, Selasa (14/12).
Nadia mengatakan kedatangan vaksin tersebut terbagi atas dua tahap yakni pukul 15.45 WIB dan 22.15 WIB. Dia mengatakan keamanan stok vaksin di Indonesia sangat penting agar dapat dilakukan distribusi dengan cepat.
- Ketua Tim Jargas Sebut Kado Ultah ke-26 Pelalawan Dapat Tambahan Kuota 3.076 Jaringan Gas dari APBN
- Aktif Kembali Bumdes Jaya Bersama setelah Fakum Hampir 7 Tahun
- Wabup Husni Tamrin Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2025
- Pemerintah Kabupaten Pelalawan Melaksanakan Operasi Pasar Murah Jelang Idul Fitri 1446 H
- Pemkab Pelalawan Sediakan Bantuan Penyebrangan Roda Dua Gratis Melintasi Banjir Jalan Lintas Timur
Pemerintah terus menggenjot percepatan vaksinasi COVID-19 di daerah-daerah untuk mengejar target 70 persen populasi tervaksinasi lengkap.
“Kita masih punya dua PR besar yaitu mengejar vaksinasi dosis 1 sebanyak 30 persen dan dosis kedua sebesar 50 persen serta percepatan vaksinasi pada lansia," katanya.
Menurutnya penyebaran dan pemerataan vaksinasi menjadi hal penting agar Indonesia bisa lebih terlindungi dari COVID-19 yang masih menjadi ancaman hingga saat ini.
Pemerintah menghimbau masyarakat tidak pilih-pilih merk vaksin agar tidak ada stok yang menumpuk bahkan menjadi kedaluwarsa. Vaksin yang ada adalah vaksin yang terbukti aman dan lolos uji klinis.
"Saat ini, pemerintah coba meningkatkan vaksinasi untuk wilayah terluar dan terpencil, yang memiliki tantangan tersendiri untuk menjangkaunya," ujarnya.
Nadia mengatakan peningkatan kasus penularan COVID 19 di sejumlah negara, patut dijadikan alarm (peringatan) bagi semua pihak untuk lebih disiplin lagi melindungi diri dengan vaksinasi maupun disiplin pelaksanaan protokol kesehatan (prokes).
"Kepatuhan masyarakat untuk disiplin melaksanakan protokol kesehatan dan vaksinasi jadi kunci pengendalian pandemi," katanya.
Terkait vaksinasi anak usia 6-11 tahun, Nadia, akan menggunakan vaksin Sinovac baik produksi Coronavac maupun Bio Farma. Sementara vaksin lain masih menunggu izin dan rekomendasi dari Badan POM maupun ITAGI atau Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional.
Vaksinasi akan dilakukan secara bertahap di kota dan kabupaten, dengan persyaratan cakupan vaksinasi dosis 1 di kabupaten/kota mencapai di atas 70 persen dan vaksinasi lansia di atas 60 persen.
Kemudian, pelaksanaan vaksinasi di fasilitas kesehatan, rumah sakit, puskesmas, sekolah, satuan pendidikan lainnya dengan kerja sama Dinas Pendidikan, Kanwil Agama, Dinas Sosial.
"Total sasaran vaksinasi anak usia 6-11 tahun sebesar 26,5 juta," ujarnya. Mari kita prioritas vaksin Sinovac untuk percepatan perlindungan anak anak kita dengan kita menggunakan vaksin merek lain yang ada saat ini," katanya.
.png)

Berita Lainnya
Mulai Maret 2023, Daftar Obat Pasien JKN BPJS Kesehatan Diperbaharui
Kasus DBD di Riau Meningkat Terbanyak di Pekanbaru, Ini Kata Kadiskes
Jemput Bola, BPJS Gelar MCS di PKM Tembilahan Hulu
Omicron Masuk Indonesia, Moeldoko Sebut Pemerintah Gencarkan Vaksinasi dan Testing
Kadinkes Inhil Himbau Masyarakat Terapkan Pola Makan Sehat dan Bergizi
Tahun 2024 Desa Batang Tumu Alami Penurunan Prevelensi Stunting
Kasus Stunting di Pulau Burung Turun Signifikan di 2024
Ini Penjelasan WHO Soal Hepatitis Akut Misterius
Terjadi Peningkatan Kasus Stunting Dalam 2 Tahun Terakhir, Kelurahan Concong Tengah Jadi Fokus Intervensi Pemda
Pekanbaru Tertinggi, Berikut Sebaran 36 Kasus Covid-19 di Riau
Satu Lagi Pasien Covid-19 Asal Pelalawan Sembuh
Tak Perlu Pakai Resep, Obat Corona Buatan Indonesia Akan Dijual Bebas