Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Pembiayaan Investasi Pemerintah di 2021 Capai Rp142 Triliun
JAKARTA (INDOVIZKA) - Kementerian Keuangan mencatat realisasi sementara pembiayaan investasi pemerintah tahun 2021 sebesar Rp142,5 triliun. Pembiayaan ini diberikan terbesar untuk perusahaan BUMN sebanyak Rp71,2 triliun.
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengatakan pembiayaan investasi ke BUMN naik lebih dari dua kali lipat dibandingkan 2020 yang hanya Rp31,3 triliun. Besarnya investasi tersebut diharapkan bisa menghasilkan dividen yang sebanding.
"Dengan besarnya pemberian investasi pemerintah tersebut, kami harapkan dividen BUMN yang diberikan bisa kembali meningkat lagi," kata Sri Mulyani dalam Konferensi Pers Realisasi APBN 2021 di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (3/1).
- Ketua Tim Jargas Sebut Kado Ultah ke-26 Pelalawan Dapat Tambahan Kuota 3.076 Jaringan Gas dari APBN
- Aktif Kembali Bumdes Jaya Bersama setelah Fakum Hampir 7 Tahun
- Wabup Husni Tamrin Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2025
- Pemerintah Kabupaten Pelalawan Melaksanakan Operasi Pasar Murah Jelang Idul Fitri 1446 H
- Pemkab Pelalawan Sediakan Bantuan Penyebrangan Roda Dua Gratis Melintasi Banjir Jalan Lintas Timur
Dia menjelaskan, investasi diberikan ke perusahaan BUMN sebagai bentuk penugasan khusus dari pemerintah untuk percepatan pembangunan infrastruktur. Lalu mendukung pemulihan ekonomi nasional, serta memperbaiki struktur permodalan dan untuk meningkatkan kapasitas usaha BUMN.
Sri Mulyani mengatakan, pembiayaan investasi pemerintah juga diberikan kepada lembaga atau badan lainnya sebesar Rp21 triliun. Tujuannya sebagai modalitas pembentukan Lembaga Pengelola Investasi (LPI) dan lembaga Bank Tanah.
Badan Layanan Umum
Kemudian investasi juga diberikan kepada Badan Layanan Umum (BLU) sebesar Rp64 triliun. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan efektivitas pembiayaan bagi koperasi, UMKM, usaha ultra mikro, dan pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Pemerintah juga memberikan investasi kepada organisasi atau Lembaga Keuangan Internasional (LKI) senilai Rp900 miliar. Dana tersebut diberikan untuk mempertahankan dan memperkuat posisi Indonesia dalam organisasi LKI.
Sri Mulyani menambahkan, investasi non permanen juga diberikan pemerintah kepada daerah terdampak Covid-19. Pembiayaan yang diberikan sebesar Rp9,8 triliun agar proses pemulihan ekonomi pasca terkena pandemi bisa segera dipercepat.
Berbagai pembiayaan tersebut kata dia akan dipantau pemerintah. Apalagi saat ini pihaknya telah meminta para BUMN penerima investasi pemerintah untuk menandatangani kontrak kinerja berupa Key Performance Indicator (KPI).
"Kami akan terus pantau pembiayaan investasi ini karena kenaikan yang diterima," kata dia.
Sementara itu, pemerintah juga menerima kembali investasi dari BLU Lembaga Manajemen Aset Nasional (LMAN) dan pinjaman program pemulihan ekonomi nasional. Total dana yang diterima sebesar Rp24,4 triliun.
.png)

Berita Lainnya
Fitra Riau Rilis Indeks KIA, 7 Daerah di Riau Masuk Kategori Rendah Indeks Keterbukaan Informasi Anggaran
Jika Boleh Impor Sendiri, Bupati Jamin Harga Gula Pasir Rp 11 Ribu Perkilogram
21 Hotel di Riau Tutup, Ribuan Karyawan Dirumahkan
Gelar RAT, Dinas Koperasi Inhil Puji KSPPS BMT Al Barakah Unisi
Buntu, rapat sengit DPR dan MenkumHAM dilanjutkan besok
Harga Minyak Goreng Curah Ditetapkan Rp14 Ribu Perliter
Kadisperindag Riau Pelajari Kebijakan Beli Migor Pakai KTP dan Aplikasi PeduliLindungi
Harga Sawit di Riau Alami Kenaikan
Kontribusi CPO Riau untuk Nasional Capai 40 Persen
Fitra Riau Rilis Indeks KIA, 7 Daerah di Riau Masuk Kategori Rendah Indeks Keterbukaan Informasi Anggaran
Penerimaan Pajak Tembus Rp109 Triliun Sepanjang Januari 2022
Penutupan Pasar di Tembilahan Karena Covid-19 Hoax