Pilihan
Disubsidi Negara, Harga Minyak Goreng Rp 14.000 per Liter untuk 6 Bulan ke Depan
JAKARTA (INDOVIZKA) - Sepanjang 2021, komoditas minyak goreng menjadi penyumbang inflasi terbesar hingga 0,31 persen. Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto menyebut kondisi komoditas minyak goreng telah terkendali, sehingga kontribusinya terhadap inflasi Januari 2022 hanya 0,01 persen.
"Pemerintah telah melakukan upaya untuk melakukan stabilisasi harga minyak goreng," kata Menko Airlangga dalam keterangan resminya, Jakarta, Kamis (3/2).
Dia menjelaskan, pada Januari, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan untuk memastikan masyarakat dapat memperoleh harga minyak goreng kemasan dengan harga terjangkau. Kebijakan yang diambil yakni memberikan subsidi minyak goreng sehingga harga jualnya menjadi Rp 14.000 per liter. Program ini direalisasikan pada tanggal 19 Januari 2022 hingga 6 bulan ke depan.
- Pemerintah Teguhkan Semangat Reformasi Lewat Perlindungan Kebebasan Pers
- Ketua Tim Jargas Sebut Kado Ultah ke-26 Pelalawan Dapat Tambahan Kuota 3.076 Jaringan Gas dari APBN
- Aktif Kembali Bumdes Jaya Bersama setelah Fakum Hampir 7 Tahun
- Wabup Husni Tamrin Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2025
- Pemerintah Kabupaten Pelalawan Melaksanakan Operasi Pasar Murah Jelang Idul Fitri 1446 H
Selain itu, untuk mengantisipasi kenaikan harga migor, pemerintah telah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk minyak goreng. Kebijakan HET ini berlaku mulai 1 Februari 2022.
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), harga minyak goreng menunjukkan tren penurunan pada akhir Januari meskipun secara rata-rata bulanan masih tercatat meningkat dibanding Desember 2021.
Di sisi lain, peningkatan harga beberapa komoditas pangan juga tercermin pada peningkatan Nilai Tukar Petani (NTP) Januari 2022. NTP nasional Januari 2022 sebesar 108,67 atau naik 0,30 persen dibanding NTP bulan sebelumnya.
"Kenaikan NTP menunjukkan bahwa petani bisa menikmati keuntungan dari hasil produksi mereka," kata dia.
Kesejahteraan Petani
Subsektor yang mengalami peningkatan tertinggi yakni NTP Subsektor Tanaman Pangan sebesar 0,98 persen terutama disebabkan dari peningkatan harga gabah. Harga gabah petani meningkat sebesar 4,96 persen (mtm) yang mendorong peningkatan harga beras tingkat penggilingan maupun eceran. Kemudian diikuti oleh NTP Subsektor Peternakan yang meningkat sebesar 0,43 persen dan berada pada level 100,19.
Peningkatan NTP Subsektor Peternakan didorong utamanya dari peningkatan harga ayam ras pedaging. NTP Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) juga mengalami peningkatan dan tercatat sebesar 131,81. NTPR tercatat terus mengalami peningkatan sejak Juli 2020 yang utamanya masih didorong dari kenaikan harga kelapa sawit.
Komponen inflasi administered prices (AP) tercatat sebesar 0,38 persen (mtm), menurun dibanding bulan Desember 2021 sebesar 0,45 persen (mtm). Bahan Bakar Rumah Tangga (BBRT) menjadi komoditas dengan andil penyumbang tertinggi sebesar 0,06 persen. Peningkatan tersebut disebabkan karena adanya penyesuaian harga LPG nonsubsidi yang berkisar antara Rp 1.600 sampai dengan Rp 2.600 per kilogram dan telah berlaku sejak 25 Desember 2021.
Selain BBRT, rokok kretek filter mencatatkan sumbangan terhadap inflasi Januari sebesar 0,01 persen. Kenaikan harga aneka jenis disebabkan naiknya tarif cukai hasil tembakau (CHT) sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 192/PMK.010/2021 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau yang berlaku sejak 1 Januari 2022. Peningkatan inflasi AP masih tertahan oleh penurunan tarif angkutan udara sesuai dengan pola musimannya, dengan andil -0,03 persen.
.png)

Berita Lainnya
Erick Thohir Sebut BUMN Bikin Minyak Goreng Bermerek INL, Harga Rp 14 Ribu
Efek Covid-19, Pembeli Sapi Kurban di Inhil Sepi
4000 Ekor Ikan Lele Ditabur di Keramba Kodim 0314/Inhil
Belum Ada Wisatawan Mancanegara Masuk Riau Sejak 2022
5 Warganya Positif Covid-19, Pasar di Kecamatan Enok Ditutup
Mei 2022, Riau Alami Inflasi 0,88 Persen
Digagas Putra Asli Inhil, WINjek Jasa Transportasi Online
Harga Minyak Goreng di Inhil Ditetapkan 11 Ribu hingga 14 Ribu Rupiah Perliter
Naik, Neraca Perdagangan Riau Juni 2023 Surplus USD 1,58 Miliar
Seluruh PNS, TNI dan POLRI Wajib Laporkan Harta Kekayaan
BPS Inhil Rilis Data Inflasi Terbaru Kabupaten Indragiri Hilir Oktober 2024
Tips Merawat Handuk agar Tidak Jamuran, ini 6 Caranya!