Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Genjot Pertumbuhan Ekonomi, Pemerintah Target Investasi Asing Naik 30 Persen
JAKARTA (INDOVIZKA) - Menteri Investasi Bahlil Lahadalia optimis target realisasi investasi sebesar Rp1.200 triliun pada tahun ini dapat tercapai. Untuk itu, dia menargetkan investasi asing tahun ini bisa naik 30 persen.
"Tahun 2022, target investasi kita Rp 1.200 triliun, ini beban besar," kata Bahlil dalam acara Penghargaan Capaian Realisasi Investasi Tahun 2021 kepada Kepala Daerah, Jakarta, Rabu (16/2).
Dia menjelaskan, naiknya target investasi tersebut sebagai salah satu syarat pertumbuhan ekonomi tahun ini bisa mencapai level di atas 5 persen. Mengingat kontribusi investasi asing untuk perekonomian nasional cukup besar.
- Pemerintah Teguhkan Semangat Reformasi Lewat Perlindungan Kebebasan Pers
- Ketua Tim Jargas Sebut Kado Ultah ke-26 Pelalawan Dapat Tambahan Kuota 3.076 Jaringan Gas dari APBN
- Aktif Kembali Bumdes Jaya Bersama setelah Fakum Hampir 7 Tahun
- Wabup Husni Tamrin Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2025
- Pemerintah Kabupaten Pelalawan Melaksanakan Operasi Pasar Murah Jelang Idul Fitri 1446 H
Untuk itu, dia meminta para kepala daerah baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota untuk bisa bekerja sama dengan pemerintah pusat, khususnya dalam mendorong hilirisasi produk sumber daya alam Indonesia untuk menghasilkan nilai tambah. Dia tak mau ada lagi bahan mentah yang diekspor sebelum diolah di dalam negeri.
"Jangan ekspor barang mentah, kita hentikan tahun ini mulai dari nikel," kata dia.
Sementara itu, tahun ini akan ada pabrik CATL dan LG di Halmahera Timur yang akan mengelola nikel. Sebagian hasil hilirisasi tersebut akan diolah di kawasan industri Batang, Jawa Tengah. Hilirisasi tersebut merupakan upaya pemerintah dalam membangun ekosistem baterai mobil listrik.
"Kita bikin Indonesia sebagai negara industri," kata dia.
Dia menambahkan, langkah yang diambil Indonesia ini bukan tanpa resiko. Tidak sedikit negara yang menentang kebijakan yang diambil pemerintah ini, semata tak ingin melihat Indonesia menjadi negara maju.
"Banyak negara yang bikin Indonesia tidak maju, tapi kita harus kasih lampu hijau. Indonesia ini negara berdaulat, bisa bangun kebijakan dan kemandirian untuk negaranya," tandasnya.
.png)

Berita Lainnya
Sri Mulyani Terbitkan Aturan Baru, Pegawai Telat Masuk Kantor Tunjangan Dipotong
Beli Bensin Makin Gampang, PT Pertamina Luncurkan Layanan Baru
Akibat Penurunan Harga, Target Produksi Minyak Mentah Riau Dipangkas
Omzet Pedagang Keliling di Tembilahan Menurun Akibat Corona
Ajak Diskusi, Kadin Dumai Akan Undang Perusahaan Properti
Baznas Inhil Akan Laksanakan Bimbingan Keagamaan Kepada Peserta Pelatihan Penguatan Ekonomi Mustahik
Abdul Wahid Minta PLN Tidak Hanya Pikirkan Skema Untung Rugi
Mengintip Cantiknya Miss Saigon di Ho Chi Minh
Pengamat Ekonomi: Indonesia Alami Darurat Konsumsi Rokok, Cukai Rokok Harus Naik
Awal Pekan, Harga Emas Dibuka Tak Berubah di Rp 935.000 per Gram
Warga dan UMKM Serentak Ucapkan Terima Kasih: Bupati H. Herman Telah Hidupkan Ekonomi Rakyat
Kenaikan Harga Telur dan Daging Ayam Picu Inflasi Riau