Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
9 Orang Binjai Terjebak di Ukraina, Minta Tolong Dievakuasi
INDOVIZKA.COM - Kesembilan orang itu antara lain Iskandar, Muhammad Raga Prayuda, Amri Abas, Muhammad Aris Wahyudi, Zulham Ramadhan, Syafitra Sari Yoga, Agus Alfirian dan Dedi Irawan. Mereka berada di Ukraina sejak Tahun 2018 bekerja sebagai buruh pabrik plastik.
"Hari ini tepatnya tanggal 5 Maret 2022. Kami warga Indonesia yang berada di Chernihiv ada sembilan orang. Semuanya dari Binjai, Sumut memohon pada Pemerintah Indonesia agar segerakan evakuasi," kata salah satu warga Binjai yang terjebak di sana dalam video yang viral di media sosial, Senin (7/3)
Dalam video yang beredar, kesembilan orang pekerja migran itu memohon bantuan Pemerintah Indonesia agar secepatnya dievakuasi. Sebab situasi di sana semakin tidak kondusif.
- Meskipun Dihadang Israel, 80.000 Jemaah Palestina Tetap Salat Jumat di Masjid Al-Aqsa
- Aleix Espargaro Juarai MotoGP Inggris 2023
- WHO Peringatkan Setengah Populasi Dunia Berisiko Terjangkit DBD
- Declan Rice Resmi Bergabung Dengan Arsenal.
- Akan Meninggal Livepool, ini 6 Kandidat Calon Pengganti Jordan Henderson
"Kami memohon agar disegerakan evakuasi. Karena situasi di sini sudah gawat dan tidak aman," ujarnya.
Terpisah, Ayi Rodiah istri dari Iskandar salah satu warga Binjai yang masih terjebak di Kota Chernihiv mengaku selalu berkomunikasi dengan suami dan putranya saat invasi Rusia ke Ukraina pecah.
"Saya setiap video call, saya lihat lokasi tidak aman sekali. Saya berharap sekali mereka untuk dievakuasi. Saya berharap sama Allah selalu berdoa sama Allah semoga mereka dilindungi," urainya menangis.
Bahkan, menurut Ayi saat ia video call dengan suaminya, terdengar suara ledakan. Kondisi itu membuatnya khawatir dengan keselamatan suaminya.
"Tadi malam saya video call masih terdengar suara bom, bahkan saat ini keadaan di sana dingin karena musim salju, saya suruh pakai selimut. Suami saya bilang minta tolong segera dievakuasi," ungkap Ayi.
Menurut Ayi, suaminya sudah empat tahun bekerja di Chernihiv, Ukraina bersama anak laki-lakinya dan tujuh temannya yang bertetangga di Kota Binjai.
"Suami sama anak saya dan tujuh orang mereka bekerja di pabrik plastik sudah empat tahun dari 2018 lalu. Pastinya sangat cemas dengan kondisi mereka di sana. Kami harapkan pemerintah bisa mengevakuasi mereka," harapnya.
Diketahui, serangan Rusia ke Ukraina tak menunjukkan tanda-tanda mereda hingga Senin (7/3). Meski sudah ada kesepakatan gencatan senjata di Mariupol, Ukraina, namun gempuran Rusia di Ukraina malah makin menggebu.
Bahkan Ukraina belum dapat melakukan evakuasi warga sipil dari kota tersebut karena pasukan Rusia terus melancarkan tembakan.
.png)

Berita Lainnya
Rapat Pleno PWI Pusat Tunjuk Zulmansyah Sekedang Plt Ketum PWI
Rusuh Unjuk Rasa UU Anti-Muslim India, Ratusan Orang Ditahan
Belanda Janji Kembalikan Benda Pusaka Berlian 70 Karat Milik RI
Rapat DPR dan Menkum HAM, makin malam makin panas
Biden Sebut Powell Orang yang Tepat untuk Pulihkan Ekonomi AS
Sekjen PBB: Eropa Hancur jika Rusia dan Ukraina Perang
25.000 Liter Air Bersih untuk Gaza: Tahap Pertama Tersalurkan
Kematian Akibat Covid-19 di Rusia Naik, Aturan Diperketat
Belajar dari Rumah, Kekayaan Bos Zoom Melonjak Rp67 T
Cerita Astronot NASA Saksikan Virus Corona di Bumi dari ISS
Iran Bakal Serang Israel Selama 4 Hari, Pesawat Sipil Diminta Menjauh hingga 14 Agustus
Natuna Memanas, Berikut Kekuatan Militer Indonesia dan China