Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Kebijakan Penghapusan Tenaga Honor, DPRD Pekanbaru Khawatir Akan Timbulkan Gejolak
PEKANBARU - Kebijakan penghapusan tenaga honorer yang baru dikeluarkan Menteri PAN RB Tjahjo Kumolo menimbulkan berbagai reaksi di tengah tenaga honorer di Kota Pekanbaru.
Tenaga honorer berharap penghapusan tenaga honor yang akan diganti dengan outsourcing akan berdampak positif, terutama pada kepastian yang bakal diterima.
"Kalau tenaga honor ini dihapus tentu akan kembali lagi direktur tenaga baru, yang sistem rekturnya kalau kita tidak salah sama seperti kita mengikuti tes CPNS. Di satu sisi inikan bagus biar lebih jelas dan transparan dalam perekrutmen pegawai, dan yang pasti gaji atau upah juga harus jelas ," ujar Indah, salah seorang tenaga honor di Pekanbaru.
Meski penerapannya baru dilaksanakan pada November 2023 mendatang, penghapusan tenaga ini menimbulkan dampak bagi masyarakat akan bertambahnya angka tersebut.
"Saudara saya kebutulan ada di salah satu OPD di Siak, sekarang mulai khawatir jika kebijakan ini diterapkan ke mana akan bekerja lagi, sementara cari kerja sekarang susah," ungkap Rahmat, salah seorang warga Marpoyan Damai
Menyikapi persoalan ini, Ketua Komisi III Kota Pekanbaru Aidil Amri meminta pemerintah daerah harus segera menyikapinya, dengan mencarikan formulasi dan skema menyusul keluarnya kebijakan tersebut.
"Sekarang kita minta Pemko mendata seluruh tenaga honorer, baik pegawai tidak tetap (PTT) maupun tenaga harian lepas (THL) di OPD. Selanjutnya, pemerintah harus mengakomodir bagi honorer yang sudah lama bekerja. Apakah mereka direkrut menjadi ASN, maupun pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K). Atau bisa saja solusi lainnya, para honorer yang sudah lama bekerja ini, bisa direkrut melalui perusahaan outsourcing. Ini harus diperjuangkan pemerintah, apalagi honorer yang sudah mengabdi di atas 5 hingga 10 tahun," ungkap Aidil, Rabu (8/6/2022)
"Perlu sama-sama kita ketahui, bahwa PR kita ke depan, bagaimana nasib honorer ini. Jika mereka harus berhenti kerja, sudah dipastikan akan bertambah di Kota Pekanbaru," ujarnya.
Penghapusan tenaga honorer bakal berlaku paling lambat 28 November 2023. Ketentuan ini mengikuti Surat Edaran Menteri PANRB bernomor B/185/M.SM.02.03/2022, Status Kepegawaian di Lingkungan Instansi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.
"Pemerintah dan DPR mencari jalan agar kompensasi tenaga honorer bisa setara dengan UMR," pungkas Aidil.
.png)

Berita Lainnya
Sambangi DPR RI, Gubernur Syamsuar Curhat Soal Kondisi Infrastruktur di Riau
Senator Riau Sosialisasikan Empat Pilar dan Serap Aspirasi Masyarakat Kabupaten Kampar
Tidak Ingin Diberhentikan Begitu Saja, Gubri Minta ke DPR Tenaga Honor Diprioritaskan jadi CPNS atau PPPK
PLTD CTSM Tempuling Resmi Beroperasi
Pemkab Pelalawan Anggarkan Rp 9,4 Miliar untuk Penanganan Covid-19
Satu PDP Asal Pendalian IV Koto Rohul Wafat, Hasil Swab Negatif
Pernyataan Annas Maamun Soal Pemekaran Riau Pesisir Bikin Heboh
Personil Sat lantas Evakuasi Truk Cold Diesel Tabrak Tiang Lampu Jalan di Depan SMP Bernas
Terdampak Covid-19, 3 Ribu UKM di Inhil Tunggu Realisasi Bantuan dari Pusat
Pimpin Upacara HUT Damkar ke-105, Pj. Bupati Herman Apresiasi Dedikasi Damkar Inhil
Ketua Fraksi Gerindra Pelalawan Angkat Bicara Terkait Rekannya Dilaporkan ke Polres
Diduga Banyak Titipan, Sistem Penerimaan Honorer Diminta Dievaluasi