Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Kapuskesmas Pulau Kijang Himbau Masyarakat Antisipasi DBD dan Demam Tinggi
INDOVIZKA.COM, - Melihat cuaca alam yang tidak menentu membuat daya tahan tubuh menurun, Kepala Puskesmas Pulang Kijang, Kecamatan Reteh menghimbau masyarakat agar mengantisipasi gejala demam tinggi dan Demam Berdarah Dengue (DBD).
Kepala Puskesmas Pulang Kijang, Kecamatan Reteh, Misbahuddin mengatakan saat ini fakta dilapangan banyak anak-anak dan orang dewasa yang terjangkit demam tinggi.
"Kami memberikan Informasi kepada masyarakat mengantisipasi agar tidak terjangkit DBD dan demam tinggi," ucap Misbahuddin melalui WhatsApp, Senin (17/10).
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa demam pada anak adalah kondisi demam yang dialami oleh anak-anak, hal ini terjadi ketika suhu tubuh anak melebihi batas normal, yaitu di atas 37,2 derajat Celsius, apabila pengukuran dilakukan dari ketiak dan 37,8 derajat Celsius saat diukur melalui mulut. Sementara jika pengukuran suhu dilakukan melalui dubur atau anus, dikatakan demam jika lebih dari 38 derajat Celsius. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai hal.
"Maka dari itulah, pada kebanyakan kasus, hal ini bukan kondisi berbahaya. Sebab, bisa jadi tanda bahwa tubuh anak sedang aktif melawan infeksi. Namun, demam pada anak juga bisa terjadi akibat penyakit serius yang tidak boleh disepelekan. Tidak semua pasien yang dirawat riwayat demamnya mirip DBD Pasien suspeck DBD itu berdasarkan hasil laboratorium, untuk nama nama itu laporan sama surveilans," jelasnya.
ia menambahkan untuk mengantisipasi ini semuanya kami memberikan peyemprotan dirumah warga dan memberikan pengumuman di Masjid-Masjid.
Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kecamatan Reteh, Munawir Mattareng mengapresiasi kinerja pihak kesehatan yang ada di Pulau Kijang yang cepat tanggap dalam mengatasi demam tinggi ini.
"Kami sangat mengapresiasi kinerja pihak kesehatan yang ada di Pulau Kijang yang cepat tanggap dalam mengatasi masalah ini. Untuk itulah, puskesmas bersama dengan pemuda bergerak cepat jemput bola terutama rumah rumah warga yang terindikasi adanya genangan air, ini untuk meminimalisir adanya anak anak yang demam mendadak," ucapnya.
Terakhir, Munawir menyebutkan akan berkoordinasi dengan Puskesmas melakukan tindakan prepentif dan edukasi kepada masyarakat.
"Insha Allah kita akan koordinasi dengan puskesmas agar melakukan tindakan prepentif dan edukasi kepada masyarakat serta mengumumkan di masjid masjid untuk waspada adanya demam berdarah," tuturnya.
.png)

Berita Lainnya
Tanggapi Kasus PMK di Inhil, Ini Kata Kadis PTPHP
Dinkes Inhil Demonstrasikan MP-ASI
Varian Omicron Disebut Tidak Miliki Gejala Berbeda Dibanding Varian Lain
Ternyata Pasien Negatif Corona Bukan dari Pelangeran, Begini Klarifikasi Tim Gugus Covid-19 Inhil
Nunggak Iuran BPJS Kesehatan Terancam Denda Hingga Rp30 Juta
Waspada Flu Burung, Dinkes Riau Minta Kabupaten/Kota Siaga
Tiga Pasien Reaktif Covid-19 di Inhil Diisolasi di RS Sungai Guntung
Dinkes Inhil Minta Masyarakat Tekan Kasus Tuberkulosis
5 Manfaat Jengkol bagi Kesehatan
Pasien PDP dari GAS Inhil Meninggal Dunia, Jenazah Dimakamkan di Sungai Beringin
Perlunya Buka Tutup Sekolah Cegah Anak Kena Omicron
Jangan Panik, Ini Cara Tepat Menangani Anak yang Muntah