Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
LPAI Riau Sebut Media Sosial Bisa Mendorong Anak Jadi Pelaku Pencabulan
INDOVIZKA.COM - Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Riau merilis data kekerasan terhadap anak tahun 2022 yang menunjukkan bahwa kasus-kasus kekerasan masih terjadi di Riau.
Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh LPAI Riau, kasus pencabulan adalah yang paling banyak terjadi dengan 14 kasus yang terjadi di beberapa daerah di Riau. Selain itu, terdapat juga kasus bullying, hak asuh anak, pelecehan oleh anak berumur 7 tahun, kekerasan fisik, eksploitasi ekonomi, dan anak berhadapan hukum.
Menurut Ketua LPAI Provinsi Riau Ester, beberapa kasus kekerasan yang terjadi melibatkan anak sebagai pelaku.
Salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya kasus kekerasan yang melibatkan anak adalah dorongan dari media sosial. Anak-anak terdorong untuk melakukan tindakan kekerasan, termasuk pencabulan, karena pengaruh yang diterima dari media sosial.
"Misalnya saat membuka suatu situs di internet ada iklan dan gambar yang tidak senonoh," ungkap Ester, Senin (27/2/2023).
Data kekerasan anak pada bulan Januari dan Februari 2023 juga menunjukkan adanya beberapa kasus kekerasan terhadap anak yang masih terjadi di Riau. Beberapa kasus tersebut meliputi kelompok geng motor dan penganiayaan, pencabulan, hak asuh anak, dan masalah anak pada pandangan hukum.
LPAI Riau berkomitmen untuk memfasilitasi agar anak-anak yang menjadi korban kekerasan mendapatkan layanan kesehatan yang memadai serta membantu dalam penyelesaian kasus kekerasan anak. Ester juga mengimbau kepada orangtua untuk lebih waspada terhadap pengaruh media sosial terhadap perilaku anak-anak.
"Orangtua harus memantau aktivitas anak di media sosial dan memberikan pemahaman tentang bahaya kekerasan pada anak," tutup Ester.
.png)

Berita Lainnya
Temui Kasus Kasus Korupsi dan Kejahatan Perbankan di Riau, Laporkan ke Nomor Ini
Hari ini Sejumlah Wilayah Riau Diprediksi Hujan
Riau Terima Tambahan Helikopter Water Boombing
Pemkab Rohil Pasang 3 CCTV Terapkan Smart City di Bagansiapiapi
16 Hotspot Terdeteksi di Riau Hari Ini, Terbanyak di Inhil
Pemprov Riau Terus Tingkatkan Digitalisasi Layanan Masyarakat
188 Orang Warga Pekanbaru Terkena GHPR, Diskes Pekanbaru : Tidak Ada Warga Yang Positif Rabies
BBKSDA Riau Duga Harimau Tertangkap di Pelangiran Pemangsa Warga Sekitar
Pemerintah Pusat Kirim 3 Helikopter Water Bombing ke Riau
Hotspot Mulai Muncul di 4 Wilayah Riau
Dukung Program Ramah Lingkungan, PLTU Tembilahan Beralih Bahan Bakar ke Biomass Cangkang Sawit
Massa Pendemo Minta Kejari Transparan Terkait Tutupnya Kasus Kepenuhan Raya