Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Terkait Penunjukan Pj Gubernur, Komisi I DPRD Riau Dalami Mekanismenya
INDOVIZKA.COM - Semakin dekatnya akhir masa jabatan Gubernur Riau, Komisi I DPRD Riau terus mendalami mekanisme pengajuan nama Penjabat (Pj) Kepala Daerah baik itu Gubernur, Bupati ataupun Walikota sesuai regulasi terbaru dan yang telah diterapkan di beberapa daerah.
Ketua Komisi I DPRD Riau, Eddy A Mohd Yatim menyampaikan, yang terbaru untuk pengajuan Pj Gubernur, DKI Jakarta sudah lebih dulu menggunakan proses dan mekanisme tersebut.
"Ada beberapa daerah di Riau yang kepala daerahnya akan mengakhiri masa jabatan. Seperti Gubernur riau dan Bupati Inhil, termasuk juga kampar dan Walikota Pekanbaru yang masih berstatus Pj. Kami terus mendalami regulasi terbaru terkait proses dan mekanisme pengajuan Pj Gubernur ini," kata dia, Jumat (31/3/2023).
Dikatakan anggota dewan daerah pemilihan Dumai, Bengkalis dan Meranti ini, pada beberapa daerah sudah menerapkan cara itu dalam proses dan mekanisme pengajuan Pj kepala daerah masing-masing.
"Untuk Pj Gubernur, DKI Jakarta sudah menggunakan dan melaksanakannya. Sedangkan untuk Bupati dan Walikota beberapa daerah di nusa tenggara dan sulawesi sudah melaksanakannya," ujarnya.
Perubahan mekanisme ini, diceritakan Eddy Yatim sebagai bagian dari langkah pemerintah pusat mengakomodir aspirasi daerah.
"Sebelumnya kan sempat terjadi ketegangan, Jakarta dengan seenaknya menetapkan Pj tanpa mempertimbangkan kearifan lokal dan aspirasi daerah. Sehingga sempat ada gubernur yang tidak mau melantik Bupati atau Walikota di daerahnya," sebutnya.
Dari kondisi tersebut, lanjut Eddy, dicarikanlah formulasi yang bisa diterima semua pihak dan tidak bertentangan dengan aturan yang ada.
"DKI Jakarta menggunakan mekanisme ini dalam pengajuan Pj Gubernur. Teknisnya, fraksi yang ada di DPRD mengajukan satu nama. Nama yang diajukan tentu harus sesuai dengan persyaratan dan kriteria, untuk Pj Bupati/Walikota ASN yang menjabat eselon II, kemudian untuk Pj Gubernur berasal dari eselon I," jelasnya.
Eddy melanjutkan, nama-nama yang telah dirembukkan fraksi bersama pimpinan kemudian disaring menjadi tiga nama.
"Setelah mendapatkan tiga nama diparipurnakan dan disampaikan kepada Presiden melalui Mendagri. Dari tiga nama yang diajukan, presiden yang memiliki hak prerogatif memilih siapa dipercaya menjadi Pj Gubernurnya. Karena Gubernur adalah perpanjangan tangan pemerintah pusat di daerah," paparnya.
Nanti, kata Eddy Yatim, beberapa bulan menjelang akhir masa jabatan Gubernur, DPRD harus sudah membuat Panja atau Pansus, untuk membentuk tata tertib dan aturan teknis lainnya terkait mekanisme pengajuan Pj Gubernur.
"Makanya kami dari komisi I harus aktif mengikuti dinamika yang ada. Ini terkait keberlanjutan kepemimpinan di daerah dan nasib negeri kita ini," tutupnya.
.png)

Berita Lainnya
Pimpinan DPRD Riau Pesimis Lelang Dini 350 Paket Bisa Terlaksana Desember-Januari
Dewan PKB Inhil Serahkan Bilik Sterilisasi untuk Kecamatan Batang Tuaka
Seluruh Anggota DPRD Riau Dites Urine, Tak Datang akan Dijemput
Antisipasi Virus Corona, DPRD Inhil Gelar Rapat Gabungan
Ketua DPRD Mengucapkan Selamat dan Sukses kepada Bupati dan Wakil Bupati yang Baru Dilantik
Ikuti Beberapa Event, Ini Pesan Ketua DPRD RIAU terhadap Kontingen Provinsi Riau
Pimpinan dan anggota DPRD Riau Turut Mendampingi Kunker Wamentan Tanam Jagung Bersama
Mahmuzin Taher Tinggalkan Jabatan Ketua DPC Partai Gerindra Kepulauan Meranti
Anggota DPRD Inhil Iwan Taruna Hadiri Isra Mi'raj di Seberang Tembilahan Selatan
Seluruh Anggota DPRD Riau Dites Urine, Tak Datang akan Dijemput
Banggar DPRD Bengkalis Berikan Rekomendasi terkait LKPJ Bupati TA 2023
DPRD Riau Minta Pemerintah Siaga, Cuaca Ekstrem Meningkat