Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Diduga Pengelolaan Dana Umat Tidak Tranfaran, DPRD Inhil Panggil Baznas Inhil
TEMBILAHAN, INDOVIZKA .COM- Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) lakukan hearing bersama Baznas Inhil di ruang rapat Komisi IV DPRD Inhil jalan Subrantas, Senin (28/08/2023).
Kegiatan itu dilakukan dalam rangka membahas terkait dugaan tidak transparannya pengelolaan dana Baznas dan tutupnya Toko Z Tembilahan oleh Baznas Inhil.
Ketua Komisi IV DPRD Inhil Samino mengatakan kita melaksanakan rapat hari ini dengan pihak Baznas berkaitan dengan adanya surat dari Mahasiswa PMII tentang kinerja Baznas Inhil.
"Hari ini kita panggil Baznas, ada beberapa pertanyaan dari kawan-kawan yang mungkin perlu jawaban karena mengarah kepada Toko Z, yang kebetulan managernya tidak hadir karena ada keperluan lain. Sehingga rapat tidak bisa kami lanjutkan sampai tuntas," ungkapnya dikutip dari Posmetro Indragiri.
Diketahui pihak Baznas tidak bisa memberikan keterangan secara mendetail terkait dengan toko Z, terlebih lagi Ketua Baznas Inhil pun berhalangan hadir sehingga rapat tidak bisa dilanjutkan.
"Kita tidak bisa melanjutkan rapat ini, kita jadwalkan lagi dalam waktu dekat ini dengan menghadirkan Ketua Baznas Inhil dan juga manager Toko Z. Sehingga nanti dari kawan-kawan PMII bisa bertanya langsung tentang hal-hal yang berkaitan dengan kondisi toko Z yang dikelola oleh Baznas Inhil," jelasnya
Sementara itu, Ketua Baznas Inhil, melalui Wakil ketua I Bidang Pengumpulan Zakat, Dr Junaidi SHI, M Hum membenarkan telah mendapatkan undangan hearing dari Komisi IV DPRD Inhil dan juga bersama Pengurus Cabang PMII Inhil.
"Terkait dengan persoalan Baznas cukup menarik untuk diberikan masukan kepada kami terkait dengan program-program yang di luncurkan salah satunya adalah toko Z.
Saat ini Toko Z di stop dulu untuk diaudit apakah nanti kita lanjutkan atau malah kita hentikan untuk beberapa waktu dalam rangka untuk menemukan formula baru," jelas Junaidi.
Sementara itu, Ketua PC PMII Inhil M. Thahir mengungkapkan rasa kecewanya terhadap Ketua Baznas Inhil dan meneger toko Z yang tidak hadir dalam rapat tersebut.
"Dimana kehadiran mereka bisa memberikan penjelasan secara detail terhadap apa yang sedang terjadi di Baznas terkait tentang tutupnya toko Z bahkan masyarakat juga ingin mengetahui sumber pendanaan dalam pengoperasional Toko Z," ungkap Thahir.
PMII Inhil menduka dengan ketidakhadiran mereka, menimbulkan kecurigaan mendalam terhadap transparansi pendanaan di Baznas.
"Maka dari itu kami meminta kepada Ketua DPRD Kabupaten Inhil harus tegas. Sebab dikhawatirkan kasus ini akan menjadi kasus yang panjang. Sebenarnya kami mengharapkan ini langkah awal bagaimana pertanggung jawabannya pihak Baznas Inhil terhadap masyarakat dan hukum," tutupnya.
.png)

Berita Lainnya
Komisi II DPRD Riau Bahas RAPBD Murni 2026 Dengan Dispar
Soal Isu Pergantian Sekda Inhil, Legeslatif Saling Adu Argumen
DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa Milad Inhil ke 56
Terkait Penunjukan Pj Gubernur, Komisi I DPRD Riau Dalami Mekanismenya
Soal Tunda Bayar, Dewan Inhil Kesalkan Sikap Pemprov dan Pusat Tidak Konsisten
Rachmat Gobel Sebut APBN Fokuskan pada PEN daripada Biayai Kereta Cepat
Paparkan Permasalahan Pajak dan Retribusi Daerah, DPRD Riau : Perlu Kemandirian Fiskal
Sofyan Harap RPJDP Bawa Kabupaten Bengkalis Menuju Kemajuan 20 Tahun Mendatang
Himpun Aspirasi Masyarakat, Mu'ammar Reses di Sungai Undan dan Mekar Sari
DPRD Riau Minta PHR Perbaiki Jalan Berlubang di Kawasan Operasional Blok Rokan
Sosok Siti Aisyah, Adik Bungsu Gubernur Riau Terpilih Abdul Wahid Dilantik Jadi PAW DPRD Riau
Pahami Konsep Kajian Ranperda, Tim Pansus BLJ Bertukar Pikiran bersama Biro BUMD Bandung