Pilihan
Jalan Payakumbuh-Pekanbaru yang Tertimbun Longsor Sudah Bisa Dilewati
PEKANBARU, INDOVIZKA. COM- Jalan Nasional Sumbar-Riau sempat terputus akibat longsor yang menimpa lagi, Rabu (17/1/2024) siang. Info terbaru jalan penghubung Payakumbuh-Pekanbaru ini sudah bisa dilewati.
Seperti yang terlihat dalam video IG Sudutpayakumbuh, kendaraan roda dua dan empat sudah bisa melewatinya. Hanya saja sebagian tanah masih menutupi badan jalan.
Cuaca yang juga masih gerimis, mengharuskan pengendara lebih berhati-hati melintasi bekas longsor Jalan Sumbar-Riau.
"Jalan longsor Lubuak Jantan KM 165 Payakumbuh-Pekanbaru suda bisa dilewati. Harap berhati-hati jalan licin," tulis caption Sudutpayakumbuh yang dilihat halloriau.com, Rabu (17/1/2024) sore.
Seperti diberitakan sebelumnya, ruas jalan nasional penghubung Sumbar-Riau di Kabupaten Limapuluh Kota kembali ditimbun material longsor pada Rabu (17/1) sekitar pukul 11.00 Wib.
Longsor yang terjadi itu, persisnya di Lubuak Jantan atau sebelum ke Nagari Manggilang, Kecamatan Pangkalan Koto Baru.
Rahmadinol Kepala BPDB Kabupaten Limapuluh Kota menjelaskan, material longsor setinggi 1 meter yang menimbun jalan nasional tersebut, menyebabkan akses jalan terhambat. Sehingga tidak bisa dilewati kendaraan apapun.
.png)

Berita Lainnya
Tahun ini, 1.286 Hektare Lahan Terbakar di Riau Terluas di Bengkalis
Jasad Diduga WNI Ditemukan di Dalam Koper di Mekah
Total Terkonfirmasi Covid-19 di Inhu Jadi 524 Kasus
Pipa Gas Meledak di Batu Ampar, BPBD Inhil Koordinasi dengan PGN Putus Jalur Distribusi
Tembilahan Kebakaran, Api dengan Cepat Dapat Dipadamkan
Bus Rombongan Pengantin Terperosok ke Sungai, Puluhan Orang Luka-luka
Mahasiswa Tenggelam di Sungai Batang Gansal, Basarnas Lakukan Pencarian
Curah Hujan Tinggi, Ratusan Rumah di Empat Kecamatan Terendam
Tergiur Uang, Remeja di Makasar Culik dan Bunuh Anak 11 Tahun
Ada Perbaikan, Jalan Amblas di Inhil Ditutup Selama 4 Hari
Diduga Dirampok, Seorang Warga Inhil Meninggal Dunia Bersimbah Darah
BPOM Inhil Beberkan Hasil Pemeriksaan Laboratorium Permen Yang Membuat 18 Siswa Di Desa Pungkat Keracunan