Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pleno KPU Lampung
Saksi Golkar Ungkap Indikasi Penggelembungan Suara di Tubaba
Bandar Lampung. INDOVIZKA - Saksi Partai Golkar Supriyadi Hamzah mengungkap indikasi kecurangan dan penggelembungan suara di internal Partai Golkar di Kabupaten Tulang Bawang Barat.
Hal tersebut disampaikan Supriyadi Hamzah saat mengajukan keberatan dalam hasil pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Lampung, di Ballroom Novotel, Kamis (7/3/2024).
Supriyadi mengatakan, dugaan pelanggaran Juni terjadi di Dapil Lampung 6 yang meliputi Tulang Bawang, Tulang Bawang Barat dan Mesuji.
Ia mengungkapkan, dugaan pengelembungan suara dilakukan salah satu caleg yang dinilai merugikan Caleg Golkar Supriyadi Alfian.
"Tanpa bermaksud memperlambat jalannya pleno ini, tapi kami ingin menyelesaikan ini dan kami meminta untuk dibuatkan nota keberatan atau form kejadian khusus, agar dapat dibawa ke mahkamah partai," ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Ketua KPU Lampung Erwan Bustami mengatakan, pihaknya akan menyelesaikan ini dengan langsung mengkroscek berdasarkan data yang dimiliki KPU apanil menyertakan bukti yang menunjukkan adanya perbedaan suara.
"Tapi karena ingin mencantumkan dalam nota keberatan, maka nanti dibuat dengan redaksi yang dibuat bersama KPU," ujarnya.
Ketua Bawaslu Lampung Iskardo P. Panggar mengatakan, sesuai dengan komitmen untuk menjaga kemurnian suara, terkait laporan tersebut akan dilakukan pengkajian.
"Kami sudah menerima bukti dan semua laporannya. Dan kami akan mengkaji, mengklarifikasi dan memverifikasi," kata dia.
Gugat ke Mahkamah Partai
Caleg DPRD Provinsi Dapil Lampung 6 dari Partai Golkar Supriyadi Alfian bakal menggugat dugaan penggelembungan suara yang dilakukan salah satu caleg di partai yang sama.
"Saya merasa dirugikan oleh internal partai, dan sesama caleg, karena sudah terjadi pengelembungan hampir 2 ribu suara di tiga kecamatan yakni Tumi Jajar, Tulang Bawang Udik dan Tulang Bawang Tengah," ujarnya.
Menurutnya hal ini, sudah dilakukan secara struktur sistemtis dan masif, dan dirinya juga mengklaim sudah mengantongi alat bukti atas kecurangan tersebut.
"Saya sudah berikan kuasan Ginda, untuk proses kecurangan ini, diinternal tidak dilakukan di MK tapi mahkamah partai," ujarnya.
Kuasa Hukum Ginda Ansori mengungkapkan, pengelembungan tersebut dilakukan di tiga kecamatan, dengan modus setiap TPS prolehan suara 12 suara menjadi 22 suara.
Hal ini terjadi, di 478 TPS yang tersebar di 3 kecamatan Tumi Jajar terdapat 130 TPS di 10 Tiyuh, Tulang bawang Udik 100 TPS di 13 tiyuh dan Tulang bawang Tengah 247 TPS di 21 tiyuh.
"Kita punya bukti C hasil salinan, yang diduga ditulis oleh satu orang, dan jumlah suara terbanyak ada di Caleg Golkar nomor urut 7," katanya. (rls)
.png)

Berita Lainnya
Dr. Afni Mendaftar Sebagai Cabup Siak di PDIP dan PKB
KPU Resmikan Jadwal Pilkada Serentak 2020, Kampanye Mulai 26 September
Cak Imin Capres Favorit Nahdliyin, PKB: Kader Terbaik NU
PKB Riau Kembali Gelar Vaksinasi Massal di Kampar
Golkar Majukan Pasangan Syamsuar-Wardan di Pilgubri
KPU Habiskan Rp586,6 Miliar untuk APD Selama Pilkada 2020
Empat Bupati dan Satu Wabup di Riau Sudah Ajukan Cuti
Ahmad Tarmidzi Ditetapkan sebagai Ketua PKS Riau, Ini Nama-nama Pengurus Lainnya
Bersiap Hadapi Pilkada 2024, PKB Inhil Buka Pendaftaran Calon Bupati dan Wakil Bupati
Demokrat Nilai Blusukan Risma di Jakarta Karena Ada Tujuan Politiknya
Prioritaskan Guru Ngaji dan Warga Kurang Mampu, PKB Inhil Kembali Salurkan Bantuan Sembako
Musda KNPI Riau Versi Tiga Ketum, Ajang Adu Kekuatan Wabup Terpilih, Anggota DPRD, hingga Ketua Partai