Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
PKM Sungai Piring Kunjungi Rumah Ibu Hamil Yang Miliki Resiko Tinggi
INDOVIZKA.COM - PKM Sungai Piring Lakukan Kunjungan ke rumah ibu hamil resiko tinggi, sekaligus melakukan kunjungan Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K ) ibu hamil, Selasa (30/07/2024).
P4K merupakan salah satu upaya percepatan penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi Baru Lahir melalui peningkatan akses dan mutu pelayanan antenatal, pertolongan persalinan, pencegahan komplikasi dan keluarga berencana oleh bidan. Pelayanan bidan sangat berperan dalam keberhasilan suatu program pemerintah dalam rangka meningkatkan pembangunan kesehatan.
Penyebab kematian ibu terbesar seacara berurutan disebabkan karena perdarahan, eklampsia, infeksi, persalinan lama, dan keguguran. Upaya penurunan kematian ibu dan bayi dapat dilakukan dengan peningkatan cakupan dan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan bayi. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mendekatkan jangkauan pelayanan kesehatan kepada masyarakat melalui program, perencanaan, dan persalinan dan pencegahan komplikasi (P4K).
Masih rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya kesehatan ibu hamil serta faktor-faktor risiko gangguan kehamilan, menyebabkan masyarakat tidak bisa mengenali sejak dini tanda-tanda dan gejala kehamilan berisiko.. Selain itu ada juga ibu hamil beresiko yang disebabkan oleh penyakit/komplikasi seperti hipertensi, KEK, anemia dan lain-lain. Sebagian ibu hamil tidak pernah memeriksakan kehamilan karena beberapa alasan. Mereka perlu dikunjungi ke rumahnya sejak kehamilan muda dan terutama sejak umur kehamilannya 34-36 minggu.
Oleh karena itu, banyak ibu hamil resiko tinggi yang tidak terdeteksi oleh tenaga kesehatan. Selain itu adapun ibu hamil resiko tinggi yang telah memeiksakan diri ke bidan tetap perlu untuk dipantau melalui kunjungan rumah. Karena perlu dilakukan pendekatan dan konseling terhadap suami dan keluarga tentang ibu hamil terutama berkaitan dengan ibu hamil resiko tinggi. Kondisi ini sangatlah berisiko terjadinya komplikasi yang tidak sedikit berdampak pada kematian ibu.
Berbagai upaya harus dilakukan untuk menurunkan sekaligus mencegah terjadinya kasus kematian ibu melahirkan baik oleh pemerintah bersama-sama dengan masyarakat.
.png)

Berita Lainnya
Dinkes Inhil Imbau Masyarakat Kenali Gejala dan Pencegahannya
Ironi Negeri Kaya Minyak, 16.275 Balita di Riau Menderita Stunting
Bahaya Fibroid pada Ibu Hamil dan Bayi yang Dikandung
5 Alasan Kenapa Harus Rutin Konsumsi Jahe di Pagi Hari
Bahaya Minum Sambil Berdiri, Bisa Sebabkan Banyak Penyakit
Hari ini 33 Warga Inhil Dinyatakan Positif Covid-19
Inhil Siapkan Rumah Sakit Khusus Penanganan Virus Corona
Tiga Pasien Reaktif Covid-19 di Inhil Diisolasi di RS Sungai Guntung
Aturan Mencuci Masker Kain yang Tak Boleh Sembarangan
Tingkat Kesembuhan Pasien Corona Riau Nomor 2 di Indonesia, Gubri Apresiasi Tim Medis
7 Minuman yang Bisa Menambah Imunitas
Pemprov Riau Sudah Keluarkan SE Booster Kedua