Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Hasil Tiga Kali Swab, Dokter di Riau Positif Covid-19
BENGKALIS – Salah seorang dokter di RSUD Bengkalis Provinsi Riau berdasarkan hasil swab positif Covid-19. Hasil ini diperoleh setelah tiga kali dilakukan tes swab, sementara pada dua swab sebelumnya, diperoleh hasil invalid dan negatif.
Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bengkalis Johansyah Syafri, Sabtu dini hari (2/5/2020) saat dikonfirmasi membenarkan. Namun, pria yang sehari-hari akrab disapa Johan ini belum bisa memberikan informasi secara detail kapan hasil swab ketiga ini diambil, bagaimana kondisi dokter tersebut saat ini, dan sejak kapan dilakukan karantina.
Kemudian dari cluster mana yang bersangkutan tertular apakah imported case ataupun transmisi lokal. Informasi detail katanya, akan disampaikan dalam konferensi pers.
- Banjir Setiap Tahun di Pelalawan, DPRD Riau Minta Pemerintah dan PLN Bertindak
- Pemprov Riau Diminta Serius Berantas Judi Online
- APBD 2025 Diisukan Defisit, Fraksi PKB: Tak Masalah Jika Demi Kepentingan Masyarakat
- Tabligh Akbar di Tembilahan, UAS Sampaikan Dukungan untuk Paslon Bermarwah dan Fermadani
- Targetkan Rampung Akhir November, DPRD Riau Percepat Pembahasan RAPBD 2025
“Sedangkan kita tracking (lacak) dimana tertularnya. Saat bertugas di RSUD Bengkalis atau di tempat lain. Insya Allah siang ini kita akan adakan konferensi pers. Mohon bersabar,” ujar Johan.
Dalam keterangan singkatnya, Johan hanya mengatakan kalau dokter tersebut merupakan bagian dari sejumlah tenaga medis yang merawat NZ (59). NZ merupakan salah seorang Pasien Dalam Penanganan (PDP) asal Desa Sungai Alam Kecamatan Bengkalis, yang meninggal dunia beberapa waktu lalu dengan hasil swab negatif.
Bersama tenaga medis lainnya yang merawat NZ, dokter tersebut juga sempat dikarantina.
“Hasil swab pertamanya invalid (tidak valid). Sementara yang kedua negatif. Tapi hasil swab yang ketiga positif. Kita akan lacak dimana tertularnya. Sebab dari waktu meninggalnya NZ, sudah lewat waktu 14 hari. Pagi ini akan kita tracking,” ujar Johan.
.png)

Berita Lainnya
Ribuan Obat dan Makanan Dimusnahkan di Inhil
Kadinkes Inhil Beberkan Analisis Data Stunting
Begini Cara Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Tempat Umum
Cegah Varian Omicron, Pemerintah Perketat Pengawasan Pelaku Perjalanan
Kemenkes: Positivity Rate Covid-19 Tenaga Kesehatan di Bawah 10 Persen
Dinkes Inhil Taja Pertemuan Pemetaan Analisis Situasi Stunting
Dinkes Inhil Gelar Advokasi dan Koordinasi Pelaksanaan GERMAS
Hari Ini 197 Kasus Baru Covid-19 di Riau
Kemenkes Sebut Kasus Covid-19 di Indonesia Paling Terkendali di Asia
Ahli Gizi Ungkap Alasan Kenapa Sahur Pakai Mie Instan Bikin Tubuh Lemas
Dua Warga Siak PDP COVID-19 Usai Dari Malaysia Dan Bandung
Cara 'Mudah' Berhenti Merokok dari Para Mantan Perokok