Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
KMPKS Bongkar Masalah Limbah, Debu, dan Bahaya Eucalyptus di Dataran Rendah
PELALAWAN,INDOVIZKA.COM-Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh Kesatuan Mahasiswa Peduli Kebijakan Sosial (KMPKS) di depan Pos 2 PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) tidak mendapat tanggapan apapun dari pihak perusahaan. Selasa(5/8/2025),Massa aksi dibiarkan berorasi di bawah terik matahari, sementara manajemen PT RAPP bersembunyi di balik bangunan kantor dan diam seribu bahasa.
Salah satu perwakilan masa aksi Adrian Ahmad Juanda, menyampaikan sikap diam PT RAPP ini bukan hanya mencerminkan arogansi korporasi, tapi juga membuktikan bahwa mereka anti kritik. Kemudian tidak mampu memberikan jawaban atas berbagai persoalan lingkungan yang ditimbulkan oleh aktivitas perusahaan.
Tuntutan KMPKS bukan tanpa dasar. Terdapat sejumlah masalah nyata yang dibiarkan terus terjadi di lapangan, di antaranya:
1. Jalan koridor PT RAPP memicu polusi debu – aktivitas angkutan berat perusahaan menimbulkan debu pekat yang mengganggu pernapasan warga, merusak tanaman, dan mencemari lingkungan sekitar, terutama di desa-desa yang dilalui armada mereka.
2. Penanaman Eucalyptus di dataran rendah – jenis tanaman ini memiliki daya serap air yang tinggi dan tidak cocok untuk ekosistem dataran rendah. Ini berisiko mempercepat kekeringan, menurunkan kualitas tanah, dan mengancam sumber air masyarakat.
3. Limbah yang meresahkan masyarakat.Baik itu limbah bahan mentah maupun limbah hasil produksi.
KMPKS menilai bahwa diamnya PT RAPP adalah bentuk pengakuan tidak langsung atas ketidakmampuan mereka menjawab masalah ini secara terbuka. Jika memang tidak bersalah, kenapa memilih menghindar?
Salah satu perwakilan dari KMPKS Adrian Ahmad Juanda Menegaskan!!, aksi ini baru permulaan. Jilid berikutnya akan terus digelar sampai PT RAPP membuka diri, bertanggung jawab atas dampak lingkungannya, dan menghentikan praktik bisnis yang merugikan rakyat.
KMPKS berdiri bersama rakyat. Lingkungan bukan milik korporasi, tapi hak hidup generasi hari ini dan yang akan datang.
.png)

Berita Lainnya
KPU Bayar Rp1,6 M untuk Honor PPK 6 Kabupaten/Kota di Riau
Bahagianya Padli, Dapat Bantuan Gerobak Berkah dari Pegadaian
Pemburu Babi di Pelalawan Ditemukan Tewas, Tubuhnya Penuh Luka Gigitan Binatang
Mantan Kapolda Riau Widodo Eko Prihastopo Tutup Usia
Masyarakat Kemuning Antusias Ikuti Vaksinasi Tahap 1
Bupati Inhil Sampaikan Refleksi Kinerja dan Kaleidoskop Pembangunan Tahun 2025
Tahun Depan Baru Dua Gedung Perkantoran di Tenayan Raya Bisa Ditempati
DPRD Riau Minta Seluruh Pemerintah Daerah Bersinergi Tangani Karhutla
Bunda PAUD Inhil Ajak Tenaga Pendidik Tingkatkan Kualitas PAUD Melalui Sosialisasi Dapodik 2024
Besok Ada Bazar Sembako Murah di Tenayan Raya, Ini Lokasinya
Sore Ini Riau Nihilistic Titik Hotspot
25 Partai Bakal Berlaga di Kampar Martial Art 2021 Rebut Piala Bupati