Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
BUMN Produksi Ventilator, 70 Persen Bahan Baku Ada di Dalam Negeri
JAKARTA - Sejumlah perusahaan milik negera atau Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengejar produksi alat kesehatan yang dibutuhkan dalam penanganan pandemi Covid-19. Direktur Utama Indofarma Arief Pramuhanto mengatakan tengah bekerja sama dengan Universitas Indonesia (UI) dan dibantu oleh PT Pindad untuk memproduksi ventilator atau alat bantu pernafasan.
Indofarma memperkirakan bisa memproduksi 50 persen dari kebutuhan sekitar 30 ribu unit hingga September 2020.
“Pekan depan kami mulai tanda tangan perjanjian kerja sama (dengan UI dan Pindad), kemudian produksi dilakukan oleh Indofarma. Permintaannya bisa mencapai 300 unit hingga akhir Mei nanti. Setidaknya 70 persen bahan baku sudah tersedia di dalam negeri,” ujar Arief, Ahad 26 April 2020.
- Ketua Tim Jargas Sebut Kado Ultah ke-26 Pelalawan Dapat Tambahan Kuota 3.076 Jaringan Gas dari APBN
- Aktif Kembali Bumdes Jaya Bersama setelah Fakum Hampir 7 Tahun
- Wabup Husni Tamrin Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2025
- Pemerintah Kabupaten Pelalawan Melaksanakan Operasi Pasar Murah Jelang Idul Fitri 1446 H
- Pemkab Pelalawan Sediakan Bantuan Penyebrangan Roda Dua Gratis Melintasi Banjir Jalan Lintas Timur
Untuk kebutuhan masker, Arief mengatakan perusahaan tengah memesan mesin dari Cina yang akan datang pada awal Mei nanti. Alat itu, kata dia, pada pertengahan Mei sudah bisa produksi masker medis dengan kapasitas setidaknya 250 ribu per hari. “Pekan ketiga Mei sudah bisa produksi dengan jumlah 7,5 hingga 8 juta lembar per bulan,” tutur Arief.
Sekretaris Perusahaan PT Pindad Herryawan Roosdyanto mengatakan juga akan memproduksi ventilator. Adapun produk yang diperkenalkan yaitu Ventilator Resutitator Manual (Pindad VRM), Ventilator Covent-20 kerjasama dengan Universitas Indonesia, Disinfectan Fog Cannon, Mobile Sterilization Chamber Covid-19. Serta produk anak perusahaan PT Pindad Enjiniring Indonesia (PT PEI) yakni cairan disinfektan dan perlengkapan APD meliputi baju APD, Helm face shield dan kacamata.
“Saat ini Pindad sedang mengajukan proses uji coba kelaikan alat ke Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK),” ujar Herryawan.
Direktur Produksi PT Dirgantara Indonesia (PTDI) Muhammad Ridlo Akbar mengatakan juga akan memproduksi ventilator bersama Institute Teknologi Bandung (ITB). Menurut dia, saat ini status prototype yang diproduksi PTDI sudah lulus uji BPFK. PTDI menargetkan produksi hingga 500 unit alat bantu pernapasan tiap pekan. Perusahaan akan mengevaluasi kembali kemampuan produksi sesuai kebutuhan penanganan Covid-19.**
.png)

Berita Lainnya
VCS Pria Diduga Sekda Rohil Fauzi Bikin Heboh
Beredar Kabar Penculikan Anak, Polresta Sebut Itu Tidak Benar
Lama Tak Jumpa, Petugas Corona Peluk Anak Dibungkus Plastik Agar Tak Tertular
Eki Ardila Atlet Termuda Porprov Inhil Ikuti Nomor Lari 5 dan 10 Ribu Meter
VIRAL Video Presiden Jokowi Sebut Arti Mudik Dan Pulang Kampung Beda
Cinta Terlarang Paman dan Ponakan, Menikah 6 Tahun hingga Punya 2 Anak
Cinta Terlarang Paman dan Ponakan, Menikah 6 Tahun hingga Punya 2 Anak
Viral Cewek Batal Nikah Setelah Calonnya Selingkuh, Gaun Pengantin Dijual Rp 200 Ribu
Beredar Kabar Penculikan Anak, Polresta Sebut Itu Tidak Benar
Rudianto Manurung: Dari Tanah Melayu Menuju Panggung Dunia
Tanggapi Puisi Anggota DPRD Inhu, Video Pernyataan Arogan Camat Peranap Viral
Viral, Kades Ini Jual SD Negeri Rp80 Juta