Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
DPRD Riau: Mau Tidak Mau Harus Terima, Anggaran OPD Pemprov Turun 25-30 Persen
PEKANBARU, INDOVIZKA.COM - Krisis keuangan yang membayangi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Murni 2026 menyebabkan sejumlah anggaran kegiatan di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Riau mendapatkan pemangkasan. Pemangkasan anggaran kegiatan itu mencapai 25-30 persen.
Hal ini disampaikan Ketua Komisi V DPRD Provinsi Riau Indra Gunawan Eet usai melakukan hearing bersama sejumlah OPD mitra kerjanya, Jumat, (21/11/2025).
"Kita sudah menggelar rapat kerja bersama hampir 80 persen dengan seluruh mitra kita. Memang, banyak dari mereka yang mengaku kegiatan-kegiatan di OPD harus turun hampir 25-30 persen karena keterbatasan anggaran," ujarnya.
.jpeg)
Menurutnya, penghematan anggaran ini memang mau tidak mau harus diterima oleh Pemprov Riau maupun DPRD Provinsi Riau. Pasalnya, krisis anggaran yang satu diantaranya disebabkan pemotongan Dana Transfer ke Daerah (TKD) dari Pemerintah Pusat, terjadi di seluruh Indonesia.
"Mau tidak mau kita harus terima. Karena ini terjadi di daerah lain di Indonesia, bukan hanya di Riau," jelasnya.
Dalam APBD Murni 2026, Pemprov juga harus memikirkan cara untuk menyesuaikan anggaran TPP sesuai mandatory Kementerian, yakni hanya 30 persen dari total anggaran di APBD.
"Sementara sekarang jumlah anggaran TPP kita 37 persen. Maka tahun depan kita harus pikirkan cara agar TPP kembali 30 persen," ungkapnya.
Efisiensi Anggaran Tetap Menjaga Alokasi 20% Anggaran Pendidikan
Alokasi anggaran pendidikan sebesar 20% dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerag (APBD) merupakan kewajiban pemerintah yang diatur dalam Undang-Undang tentang Pemenuhan mandatory anggaran pendidikan sebesar 20%. Meskipun saat ini pemerintah tengah menggalakkan efisiensi anggaran dalam APBD, alokasi anggaran pendidikan tetap terjaga. Pemerintah juga memastikan bahwa anggaran pendidikan digunakan dengan optimal dan tepat sasaran.
Dari waktu ke waktu, pemerintah terus berkomitmen untuk memberikan perhatian besar terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia. Pemerintah menggunakan anggaran pendidikan antara lain untuk perluasan program beasiswa afirmasi/bidikmisi melalui KIP Kuliah, memperkuat pendidikan vokasi, pelaksanaan Program Kartu Prakerja dan perubahan penyaluran BOS secara langsung, pengalokasian dana abadi di bidang pendidikan, dan lainnya.
Dikatakan Indra Gunawan, Pada APBD 2025, pemanfaatan anggaran pendidikan akan terus diarahkan untuk mendukung terwujudnya SDM berkualitas dan berdaya saing yang dapat merespons berbagai tantangan pembangunan di bidang pendidikan.
“Beberapa program unggulan dijalankan, termasuk renovasi dan revitalisasi sekolah. Pemerintah juga akan membangun sekolah-sekolah, melakukan penguatan Sekolah Rakyat, serta berbagai program lain yang sedang disiapkan,” ujarnya lagi. (Adv)
.png)

Berita Lainnya
DPRD Riau Nilai Pemprov Terburu-buru Terjemahkan Arahan Pusat Terkait Pembelian Mobil Listrik
Pilkades Serentak Ditunda, DPRD dan DPMD Inhil Hearing
Batalnya Pembentukan Pansus Kecelakaan Kerja PT PHR, AMR Ungkap Ini
Pansus Optimalisasi Pendapatan Daerah Usulkan Penambahan UPT dan UP
Anggota DPRD Bengkalis Irmi Syakip Arsalan Gelar Reses Perdana di Bantan Tua
Wakil Ketua DPRD Riau Hadiri Pembukaan Kegiatan Peningkatan Kompetensi UKM Pengelola Mie
DPRD Inhil Periode 2024 - 2029 Resmi Dilantik
APBD 2022, Mitra Komisi IV DPRD Riau Tak Lagi Fokus Anggarkan Dana Covid-19
Komisi II DPRD Pekanbaru : Pedagang Takjil yang Pakai Zat Berbahaya Harus Ditindak Tegas
Dewan Minta Pemprov Riau Segera Tetapkan Sekwan Definitif
Komisi II DPRD Riau Bahas RAPBD Murni 2026 Dengan Dispar
Abdul Wahid Bersama PT. Chevron Serahkan Bantuan Peralatan Medis untuk RS Rujukan Covid-19