Pj Sekdako Pekanbaru Soroti Kinerja Dua BUMD Pekanbaru yang Stagnan Tahun 2025 Lalu

Pj Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut - Pekanbaru.go.id

INDOVIZKA.COM - Kinerja dua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Kota Pekanbaru jadi sorotan stagnan di tahun 2025 silam. Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut, menyoroti kinerja dua BUMD stagnan.
 

Satu BUMD yang stagnan, yaitu Sarana Pembangunan Pekanbaru (SPP). Begitu juga dengan kinerja BUMD lainnya, yakni Perumda Tirta Siak Pekanbaru.

"SPP kan cendrung stagnan, karena ada perubahan bisnis inti," jelasnya.

Menurutnya, SPP tidak lagi mengelola bus Trans Metro Pekanbaru (TMP). Ia menyebut bahwa pada tahun ini SPP mulai merambah bisnis lain yaitu mengelola Taman Labuai City Walk Pekanbaru.

"Kita sudah melakukan penandatangan perjanjian sewa dengan SPP, jadi mereka bakal mengelola kawasan kuliner itu selama dua tahun ke depan," paparnya.

Pengelolaan pusat kuliner itu nantinya bisa mendukung kebutuhan finansial BUMD milik Pemerintah Kota Pekanbaru. Ia menyebut bahwa SPP juga sedang melakukan percepatan Hak Pengelolaan Lahan (HPL) di Kawasan Industri Tenayan (KIT).

Ingot menyadari BUMD lainnya yaitu Perumda Tirta Siak juga belum dalam kondisi sehat. Ia menyebut bahwa pemerintah kota sudah menemukan formula untuk menyembuhkan perusahaan yang mengelola air minum itu.

"Kita sudah punya formulasi, untuk perbaikan di tahun 2026," paparnya.

Ingot menyebut bahwa BUMD yang cendrung memiliki kinerja baik adalah Badan Perkreditan Rakyat (BPR) Pekanbaru. Tapi proses seleksi direktur baru BPR itu masih berlangsung.

Dirinya mendorong agar direktur baru BPR siap menjadikan bank pemerintah kota itu menjadi bank syariah. Target nasabahnya juga harus mengarah ke pelaku UMKM.






[Ikuti Indovizka.com Melalui Sosial Media]


Tulis Komentar