Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
BEM UIR Ajak Masyarakat Waspada Karhutla di Tengah Potensi Kemarau Panjang 2026
PEKANBARU,INDOVIZKA.COM– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi kondisi cuaca kering pada tahun 2026 akan lebih ekstrem dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di wilayah Sumatera.
Berdasarkan pemantauan BMKG pada 5 Maret 2026, wilayah yang berada di garis ekuator seperti Provinsi Jambi, Riau, dan Kalimantan Barat saat ini mulai mengalami fase kemarau kecil. Meski demikian, kondisi tersebut diperkirakan baru menjadi awal dari periode kemarau yang lebih panjang dan berpotensi berlangsung hingga Agustus mendatang.
Dari hasil pemantauan satelit BMKG pada tanggal tersebut, terdeteksi sebanyak 35 titik panas di Pulau Sumatera. Dari jumlah tersebut, lima titik panas berada di wilayah Provinsi Riau yang menjadi perhatian serius pemerintah dan pihak terkait.
Menanggapi potensi tersebut, Pemerintah Provinsi Riau telah menginstruksikan penggunaan drone untuk memantau titik-titik panas yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan. Selain itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga telah menyiapkan dua unit helikopter yang siap melakukan patroli udara untuk memantau sekaligus merespons cepat apabila ditemukan titik api di lapangan.
Menyikapi kondisi tersebut, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Islam Riau (BEM UIR) melalui Menteri Sosial dan Politiknya, Ahmad Muhaimin, mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla yang dapat terjadi akibat musim kemarau panjang tahun ini.
Menurutnya, sebagai agent of control, mahasiswa memiliki tanggung jawab untuk mengingatkan serta mendorong kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung upaya pemerintah daerah, BMKG, BNPB, serta aparat keamanan dalam menanggulangi potensi tinggi terjadinya karhutla di Provinsi Riau,” ujar Ahmad Muhaimin.
Ia juga menegaskan pentingnya menumbuhkan kesadaran masyarakat terkait dampak buruk jangka panjang dari kebakaran hutan dan lahan, baik dari sisi kesehatan, lingkungan, maupun perekonomian.
Selain itu, pihak berwenang juga diharapkan dapat lebih memaksimalkan operasi patroli di lapangan guna mencegah adanya oknum yang memanfaatkan musim kemarau untuk melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar.
“Kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah sangat penting dalam mencegah terjadinya karhutla di Bumi Lancang Kuning. Jika semua pihak dapat bekerja sama dengan baik, tentu hal ini akan memberikan dampak positif sekaligus menciptakan citra baik di tengah berbagai dinamika yang sedang terjadi,” tutupnya.
.png)

Berita Lainnya
Kadis PUPR Inhil Ajak PWI Kawal Pembangunan Infrastruktur
Anniversary 1 Tahun, Iconnet Tembilahan Gelar Gala Dinner
Plt Bupati Bengkalis Absen di Apel Siaga Darurat Karhutla
Deklarasi Tertib Berlalulintas, Kapolres Ingatkan Komitmen Bersama Jaga Pemilu Damai 2024
Gubri Abdul Wahid Dianugerahi Penghargaan Baznas Awards 2025
Gubri Abdul Wahid Dukung Hilirisasi Bidang Pertanian
Akan Dilaporkan ke Presiden, Ini Kata Bupati Inhu
Dukung Keterbukaan Informasi, 10 Desa Akan Terima PWI Inhil Award 2021
Sudah 275 Nakes di Siak Divaksinasi Covid-19
6 Pos Penyekatan Mulai Efektif, Masuk Rohul Wajib Negatif Rapid Antigen
Koni Inhil Ikuti Sosialisasi Monev KI Provinsi
4 Fraksi Bacakan Pandangan, 3 Serahkan Langsung dan 1 Tidak Ada