Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Musda II Usai, PB HMI Disorot Terkait Ketidakjelasan Penetapan Formatur Badko Sumbagtera
PEKANBARU,INDOVIZKA.COM– Pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) II HMI Badko Sumatera Bagian Tengah dan Utara (Sumbagtera) telah resmi terlaksana sejak Oktober 2025 lalu. Namun, hasil forum tertinggi di tingkat regional tersebut hingga kini masih "menggantung" di meja Pengurus Besar (PB) HMI.
Hingga berita ini diturunkan, PB HMI belum memberikan kepastian hukum maupun penetapan resmi terhadap tiga nama bakal calon formatur yang muncul dalam bursa kepemimpinan Badko Sumbagtera. Ketiga nama tersebut adalah Givo Vrabora, Taufik Hidayat, dan Muhammad Ilham.
Ketidakjelasan ini menuai kritik tajam dari para kader di daerah. Mereka menilai PB HMI terkesan abai terhadap dinamika organisasi di tingkat wilayah dan membiarkan terjadinya kekosongan kepemimpinan yang definitif.
Diki Maulana sebagai formatur Ketua Umum HMI Cabang Pekanbaru mengungkapkan kekecewaannya terhadap sikap diam PB HMI. Menurutnya, seluruh tahapan Musda II telah dijalankan sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi.
"Musda II sudah selesai, nama-nama calon formatur sudah muncul yakni Givo, Taufik, dan Ilham. Tapi sampai hari ini PB HMI belum menetapkan siapa ketua terpilih tanpa ada alasan yang jelas. Ini preseden buruk bagi konstitusi HMI," tegasnya dalam keterangan tertulis, Sabtu 25 April 2026.
Ia menambahkan bahwa lambatnya respon PB HMI dapat menghambat program kerja strategis dan proses kaderisasi di wilayah Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kepri dan Sumatera Barat.
Menyikapi kebuntuan tersebut, formatur Ketua Umum HMI Cabang Pekanbaru melayangkan tuntutan resmi kepada PB HMI yakni pertama, mendesak Ketua Umum PB HMI untuk segera mengeluarkan SK Penetapan Formatur terpilih hasil Musda II Badko Sumbagtera yang dilaksanakan di Cabang Meranti. Kedua, meminta penjelasan terbuka jika terdapat kendala administratif atau teknis, agar tidak muncul spekulasi negatif mengenai adanya intervensi politik di internal.
Ketiga, PB HMI diingatkan untuk tidak bermain-main dengan hasil forum resmi daerah demi menjaga soliditas kader di akar rumput.
Jika dalam waktu dekat PB HMI tidak memberikan jawaban konkret, para kader di wilayah Sumbagtera mengancam akan melakukan konsolidasi besar-besaran.
"Kami tidak ingin menduga-duga ada kepentingan apa di balik penundaan ini. Namun jika aturan organisasi tidak lagi diindahkan oleh pengurus pusat, maka kami siap mengambil langkah organisasi yang lebih tegas," tutup Diki.
Hingga berita ini dirilis, pihak PB HMI belum memberikan keterangan resmi terkait alasan keterlambatan penetapan Formatur Badko HMI Sumbagtera.
.png)

Berita Lainnya
Pemko Pekanbaru Evaluasi Pejabat Struktural, Suami Anggota Dewan Ida Yulita Susanti Digeser
DISDAGPERIN BENGKALIS DAN TIM SATGAS PANGAN INTENSIF PANTAU HARGA DAN STOK BARANG JELANG IDUL ADHA
Tolak Dipindah, Pedagang di Perawang Ancam Telanjang
Sampaikan LKPJ 2020, Bupati Sukiman: Capaian Kinerja 2020 Cukup Baik
Ratusan Masyarakat Sungai Gantang Kompak Doakan H. Feryandi Jadi Bupati
Polres Pelalawan Siagakan 4 Pos Pam dan 1 Pos Yan Operasi Ketupat 2026
Orang Tua Tidak Sadari Jadi Penyebab Kecelakaan Bagi Anaknya
Tak Punya Anggaran, Satuan Pol PP Kuansing Setop Operasi Razia Masker
Jumlah Kasus Covid-19 Meningkat, DPRD Desak Pemko Pekanbaru Gelar Swab Massal
Sejumlah Tokoh di Kampar Wafat, dari Ulama, Mantan Kabag Humas Hingga Petugas BPBD yang Piket di Posko Penyekatan
Upacara HUT ke-79 Kemerdekaan RI di Inhil, Pj Bupati Serukan Persatuan Bangsa
RPU Bagikan Kartu BPJS Ketenagakerjaa ke 117 Warga Tanah Merah