Pilihan
Jadi Finalis ADLG Awards, Sekdaprov Riau Paparkan Pentingnya Digitalisasi Daerah
JAKARTA - Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Syahrial Abdi menyebutkan bahwa digitalisasi itu sangat penting, karena itu Pemprov Riau membuat suatu landasan strategis yang cukup kuat dalam mendorong digitalisasi daerah.
Dalam pemaparannya pada kegiatan finalisasi Askompsi Digital Leadership Government Awards (ADLG) yang diselenggarakan oleh ASKOMPSI bekerja sama dengan Inixindo Jogja, serta didukung oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Syariah Abdi menyampaikan beberapa poin penting yang dilakukan Riau untuk memperkuat digitalisasi di Riau.
"Digitalisasi sangat penting, karena itu kami membuat landasan strategis yang cukup sebagai basis bahwa ini berkelanjutan. Oleh karena itu yang sangat penting adalah kecukupan regulasi, baik pusat dan daerah, kelembagaan, SDM dan anggaran," katanya, di Hotel Swiss-Belresidences Kalibata Jakarta, Kamis (6/8/2026).
Sekdaprov Riau menuturkan, landasan strategis Riau dan digitalisasi adalah mengacu pada regulasi nasional, dan disempurnakan dengan regulasi yang dibuat oleh Pemprov Riau.
Adapun beberapa acuan regulasi nasional diantaranya Perpres Nomor 95 Tahun 2018 tentang SPBE, Perpres Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia, dan Perpres Nomor 82 Tahun 2023 tentang Percepatan Transformasi Digital dan Nasional.
Sedangkan regulasi yang memperkuat Riau dan digitalisasi diantaranya, Perda Nomor 6 tahun 2015 mengatur tentang sistem pemerintah berbasis teknologi informasi dan keterbukaan (Gerakan Riau Go IT), Pergub nomor 11 tahun 2018 peraturan tentang penyelenggaraan elektronik government (e-government) di lingkungan pemerintah Provinsi Riau.
Selanjutnya, Pergub Provinsi Riau nomor 28 tahun 2023 mengatur tentang tim SPBE, SK Gubernur Riau No:Kpts.268/III/2021 tentang pembentukan tim tanggap insiden cyber Provinsi Riau Computer Security Insiden Response Tim (Riauprov-CSRT), SK gubernur Riau No:kpts.374/IV/2024, tentang tim koordinasi sistem pemerintah berbasis elektronik di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau.
"Lalu Pergub Nomor 2 Tahun 2025 mengatur tentang digitalisasi manajemen ASN dan diperkuat melalui RPJMD tahun 2025-2026," tuturnya.
Syahrial Abdi menambahkan, digitalisasi sangat penting bagi daerah, karena melalui digitalisasi layanan harus lebih cepat dan sederhana, kebijakan harus berbasis data yang berkualitas, belanja dan proses kerja lebih efisien, transparansi dan akuntabilitas dapat dilaksanakan dengan baik.
Karena itu kata dia, pemerintah bergerak sebagai satu sistem yang dapat memberikan layanan prioritas terintegrasi, kinerja dan tindak lanjutnya termonitor dengan baik, data dipakai bersama dan manfaat publik dapat terukur.
"Meskipun demikian, dalam digitalisasi ini kelembagaan sumber daya manusia dan anggaran tetap menjadi prioritas," tuturnya.
Sekdaprov Riau menambahkan, langkah konkrit dalam penetapan Riau dan digitalisasi adalah melalui model kepemimpinan Sekda yang kolaboratif dengan menjaga keterpaduan dan konektivitas.
Berikutnya, menegaskan peran dan fungsi OPD, menghubungkan proses bisnis lintas OPD, menyelesaikan hambatan koordinasi, serta mengendalikan hasil dan memastikan sistem terus diperbarui.
"Kolaboratif jadi saksi kunci, digitalisasi bukan tujuan akhir melainkan satu sistem dan informasi tata kelola pemerintahan hingga menghasilkan keputusan yang berbasis data dan memberikan dampak terhadap pelayanan publik yang dengan nyata," tutupnya. (Fd)
.png)

Berita Lainnya
Putusan MK Hasil PHP Pilkada Inhu dan Rohul Dibacakan Hari Ini, Kedua Pihak 'Pede' Menang
Begini Kondisi Terkini Semburan Gas di Ponpes Al-Ihsan Pekanbaru
Kebijakan Larangan Mudik Jadi Keuntungan Bagi Sukaramai Trade Center
SK DPC Indragiri Raya Diserahkan Sekjen DPN PERADI Suara Advokat Indonesia
Hadiri Rakornis Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrim, Ini Penjelasan Kamsol
Irwan Saputra dan Pengurus Hadiri Mukab IV Kadin Siak di Grand Royal Hotel
Sekda Inhu Sudah Dua Kali Diperiksa Jaksa Terkait Kasbon Rp114 Miliar
Gubri Abdul Wahid Hadiri Kegiatan Penguatan dan Percepatan Pembangunan Daerah PKB
Siak Punya Aset Tanah 2.362 Persil, Baru 220 yang Bersertifikat
Kemenko Pangan Proyeksi Padi di Areal PSR PTPN IV Regional III Hasilkan 50 Ton Gabah
Kejari Pelalawan Limpahkan Lima Terdakwa Kasus Korupsi Pupuk Subsidi ke Pengadilan Tipikor
Bhabinkamtibmas Polsek Ukui Cek Pertumbuhan Jagung Pipil di Lahan TKD Desa Kampung Baru, Dukung Program Ketahanan Pangan