Pilihan
India Tertarik Bangun Pabrik CPO di Riau
INDOVIZKA.COM, PEKANBARU - Gubernur Riau H Syamsuar terima kunjungan Konsulat Jenderal (Konjen) India YM Raghu Gururaj, di kediaman dinasnya, Jalan Diponegoro, Jumat (17/1/20).
Pada pertemuan ini, Konjen India menyatakan tertarik menanamkan investasi. Salah satunya membangun pabrik Crude Palm Oil (CPO) di Riau. Hamparan tanaman sawit di dari wilayah pesisir hingga daratan dianggap potensi besar untuk memenuhi besarnya permintaan CPO khususnya ke India.
"India membutuhkan pasokan CPO, ini tentunya potensi sekaligus kerja sama saling menguntungkan. Salah satunya jika pengolahan CPO oleh India bisa diwujudkan di Riau," kata Konjen India, Raghu Gururaj.
Sebagai bentuk keseriusan, Raghu Gururaj berjanji akan membawa investor dari India pada pertemuan berikutnya. Diharapkan, pertemuan lanjutan itu nantinya, harapan untuk membangun pabrik CPO di Riau dapat terwujud.
Menurut Konjen India ini lagi, impor bahan baku dalam bentuk CPO dari Riau selama ini tergolong terbesar, selain Sumatera Utara. Kemudian tingginya permintaan bahan baku CPO oleh India, menjadi alasan membuat India ingin membangun pabrik CPO di Riau.
Gubri menyambut baik tawaran dari Konjen India tersebut. Karena itu, Pemprov Riau sendiri seoptimal mungkin mendukung untuk mewujudkan rencana pembangunan pabrik CPO di Riau.
Apalagi keinginan yang disampaikan Konjen India, tidak hanya sekedar pengolahan CPO. Tetapi beserta produk turunan sawit. Hal ini tentunya dapat menjadikan sumber usaha baru ekonomi.
"Tidak hanya produk CPO, turunanya juga," ungkap Gubri.
Selain CPO, Gubri pada pertemuan ini menawarkan investasi pada pengolahan kelapa di Indragiri Hilir. potensi perkebunan kelapa yang ada di negeri seribu parit tersebut juga tak kalah dibanding sawit.
Hanya saja menurut Syamsuar lagi, Konjen India sempat mengaku tidak tahu bahwa ada hamparan luas kelapa di Inhil. Raghu Gururaj justru potensi perkebunan kelapa adanya di Sumatera Utara.
"Ini kesempatan kita juga menawarkan. Hanya soal kelapa ini, dia bilang sumbernya di Medan. Saya bilang yang luas itu justru di Inhil. Mungkin yang dibilangnya di Medan itu, kelapa dari sini juga," papar Gubri.***(mok)
.png)

Berita Lainnya
Dukung Pemda Wujudkan KLA, DPKP Inhil Perkenalkan Sejak Dini Alat dan Tugas Damkar ke Anak-anak Paud
DPRD Riau Yakin SF Hariyanto Mampu Jaga Stabilitas Politik Pasca Pemilu
RPU Bagikan Kartu BPJS Ketenagakerjaa ke 117 Warga Tanah Merah
SF Hariyanto Janjikan Tambah Gaji RT Menjadi Rp1 Juta Perbulan
Tahun Ini Insentif Ketua RT/RW Hanya Dibayar 9 Bulan
854 Personel TNI/Polri Siap Amankan PSU di Inhu dan Rohul
Polres Inhil Dalami Kasus Paket Ramadhan Baznas Inhil Rp1,6 Miliar
Sinergitas Bengkalis-Dumai Garap Pulau Ketam dan Pulau Payung Rupat
Banyak Peminat, Deadline LKJ Raja Ali Kelana Diperpanjang hingga 15 Juli 2024
Respon Keluhan 20 Kades Inhu, Pemprov Riau Turunkan Alat Berat Perbaiki Jalan di Batang Cenaku
Bupati Kampar dan Forkopimda Lepas Kurhitla Fun Run 5K, Peserta Sangat Antusias
Saksi Bantah BAP-nya Terkait Pemotongan 10 Persen Kebijakan Yan Prana