Advetorial

Pekanbaru Kian Berbenah, Wali Kota Agung Nugroho Raih Penghargaan Pembangunan Infrastruktur

Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Ahmad Riza Patria, menyerahkan penghargaan kepada Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho

JAKARTA, INDOVIZKA.COM - Upaya Pemerintah Kota Pekanbaru membenahi infrastruktur kota kembali mendapat apresiasi. Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho meraih penghargaan kategori Pembangunan Infrastruktur dalam ajang Pemimpin Daerah Award 2026 yang digelar iNews Media Group.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Ahmad Riza Patria kepada Agung Nugroho dalam malam puncak Pemimpin Daerah Award 2026 di LCH Lantai 4 iNews Tower, Jakarta, Kamis (27/8/2026).

Pemimpin Daerah Award merupakan ajang apresiasi yang diberikan iNews Media Group kepada tokoh dan kepala daerah yang dinilai memiliki inovasi, dedikasi, serta komitmen dalam membangun daerah dan menghadirkan perubahan yang dapat dirasakan masyarakat.

Bagi Agung, penghargaan tersebut menjadi istimewa karena diberikan untuk sektor pembangunan yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat sehari-hari.

Ia menilai, pembangunan infrastruktur bukan sekadar persoalan mengerjakan proyek fisik. Lebih jauh, infrastruktur yang baik merupakan bagian penting dari pelayanan pemerintah kepada masyarakat.

"Senang rasanya kita dapat penghargaannya, apalagi penghargaannya ini betul-betul yang dirasakan oleh masyarakat tentang pembangunan infrastruktur," ujar Agung usai menerima penghargaan.

Menurutnya, kondisi jalan menjadi salah satu indikator yang paling mudah dilihat masyarakat dalam menilai keberhasilan pembangunan daerah. Ketika jalan yang sebelumnya rusak dapat diperbaiki, manfaatnya akan langsung dirasakan oleh warga yang menggunakannya setiap hari.

Karena itu, Pemko Pekanbaru sejak 2025 menjadikan pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan sebagai salah satu prioritas utama.

Benahi Jalan Rusak secara Bertahap

Persoalan jalan rusak menjadi pekerjaan yang mendapat perhatian serius Pemko Pekanbaru. Pemerintah melakukan perbaikan secara bertahap pada sejumlah ruas jalan dengan menyesuaikan kebutuhan dan kemampuan anggaran daerah.

Salah satu metode yang digunakan adalah sistem overlay atau pengaspalan ulang. Metode tersebut dilakukan untuk memperbaiki kondisi permukaan jalan sehingga kembali nyaman dan aman dilalui masyarakat.

Upaya pembenahan tersebut mulai menunjukkan hasil. Sepanjang 2025, Pemko Pekanbaru berhasil memperbaiki sekitar 42 kilometer jalan di berbagai wilayah kota.

Capaian itu menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk mengembalikan kualitas infrastruktur jalan yang sebelumnya mengalami kerusakan.

Namun, pekerjaan tersebut tidak dilakukan dalam kondisi keuangan daerah yang sepenuhnya mudah. Di sisi lain, Pemko Pekanbaru juga harus menyelesaikan kewajiban terkait pembangunan infrastruktur yang telah berjalan sebelumnya.

Agung menyebut, pada 2025 Pemko Pekanbaru berhasil menyelesaikan utang infrastruktur senilai Rp470 miliar.

"Alhamdulillah, dari awal tahun 2025 kita juga bisa menyelesaikan utang infrastruktur yang Rp470 miliar. Jadi tidak hanya melunasi utang, tapi kita juga berhasil membangun 42 kilometer jalan di Kota Pekanbaru. Semua teraspal baru kembali," ungkapnya.

Menurut Agung, penyelesaian kewajiban tersebut menjadi bagian penting dalam menata kembali pembangunan infrastruktur di Kota Pekanbaru.

Pemerintah daerah tidak ingin pembangunan hanya berorientasi pada penambahan proyek baru, sementara kewajiban pembangunan sebelumnya masih menjadi beban. Karena itu, penyelesaian utang infrastruktur berjalan beriringan dengan upaya melanjutkan pembangunan.

Target Infrastruktur 2026 Lebih Besar

Memasuki 2026, Pemko Pekanbaru tidak berhenti pada capaian tahun sebelumnya. Pemerintah justru memasang target yang lebih besar untuk melanjutkan perbaikan infrastruktur.

Untuk jalan kota, pemerintah menargetkan pengaspalan hingga 50 kilometer. Selain jalan utama, perhatian juga diarahkan pada jalan-jalan di kawasan perumahan. Pemko Pekanbaru menargetkan pembangunan sekitar 100 kilometer jalan perumahan.

Target tersebut menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya difokuskan pada ruas jalan yang menjadi jalur utama mobilitas masyarakat.

Jalan lingkungan dan jalan perumahan juga menjadi bagian penting karena menjadi akses langsung warga menuju rumah, fasilitas pendidikan, pusat ekonomi, tempat kerja, maupun fasilitas pelayanan publik.

"Bahkan di 2026 ini target kita sampai di 50 kilometer jalan yang diaspal, termasuk 100 kilometer untuk jalan perumahan. Tentu ini bukan tentang saya, tapi tentang seluruh masyarakat Kota Pekanbaru," katanya.

Agung menegaskan penghargaan tersebut bukan pencapaian pribadi, melainkan apresiasi atas kerja bersama pemerintah dan masyarakat dalam memperbaiki infrastruktur Kota Pekanbaru.

Ia berharap penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi Pemko Pekanbaru untuk terus meningkatkan kinerja dan menghadirkan program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

"Ini tentu penambah semangat bagi kami bagaimana bekerja lebih maksimal dengan membuat program-program yang betul-betul dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat Kota Pekanbaru yang kami cintai," pungkasnya. (Adv)

 

 






[Ikuti Indovizka.com Melalui Sosial Media]


Tulis Komentar