Pilihan
KASUS COVID-19 MELONJAK
Gubernur Riau Larang Perusahaan Pekerjakan Naker dari Provinsi Lain
PEKANBARU - Banyaknya kasus positif Covid-19 Riau yang merupakan warga provinsi lain yang sedang ada di Riau, menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau.
Tentunya kalau tidak dilakukan pencegahan, dikhawatirkan kasus positif covid-19 di Riau bisa kembali membludak.
Hal tersebut dapat dilihat dengan tambahan kasus positif covid-19 Riau dalam tiga hari belakangan ini yang cukup tinggi. Dari tambahan kasus itu, kebanyakan adalah warga provinsi lain yang sedang bekerja di Riau.
- Banjir Setiap Tahun di Pelalawan, DPRD Riau Minta Pemerintah dan PLN Bertindak
- Pemprov Riau Diminta Serius Berantas Judi Online
- APBD 2025 Diisukan Defisit, Fraksi PKB: Tak Masalah Jika Demi Kepentingan Masyarakat
- Tabligh Akbar di Tembilahan, UAS Sampaikan Dukungan untuk Paslon Bermarwah dan Fermadani
- Targetkan Rampung Akhir November, DPRD Riau Percepat Pembahasan RAPBD 2025
Saat dikonfirmasi, Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar mengatakan hal ini memang harus menjadi perhatian khusus.
"Terlebih warga Provinsi lain yang bekerja di sini (Riau) rata - rata positif covid-19," katanya, Selasa (21/7/2020) di Pekanbaru.
Sebab itu, Gubri meminta untuk sementara seluruh perusahaan yang ada di Riau tidak merekrut Tenaga Kerja (Naker) dari luar Riau.
Di samping itu, Gubri juga mengaku bahwa telah berbicara juga dengan beberapa perusahaan di Riau.
"Tak usah saya sebutkan apa perusahaannya, yang jelas jangan rekrut dulu tenaga kerja dari luar, cari naker dari dalam saja," ucapnya tegas.
Para naker yang terlanjur masuk Riau kemarin, ada yang ketahuan covid-19 dikarenakan aturan perusahaan yang mewajibkan setiap karyawan baru wajib dilakukan swab. Alhasil memang kebanyakan naker dari provinsi lain itu positif covid-19.
"Semestinya rapid test atau swab itu dilakukan dari daerah asalnya bukan di Riau. Dan seperti sekarang, ternyata dia positif, tentu hal ini berdampak ke kitanya di Riau," tambah Gubri.
Sebelumnya, kekhawatiran dan permintaan yang sama juga telah diutarakan oleh Juru Bicara (Jubir) Penanganan Covid-19 Riau, dr Indra Yovi, yang juga meminta seluruh perusahaan di Riau untuk jangan rekrut terlebih dahulu para naker dari luar daerah Riau.
"Itu semua mengingat rata - rata angka kasus positif covid-19 Riau merupakan kasus impor dari Provinsi lain," tutupnya.
.png)

Berita Lainnya
Ingat!! Mulai Besok Sanksi Bagi Pelanggar Prokes Diberlakukan di Inhil
Bupati Inhil Imbau Masyarakat Patuhi Protkes
Bupati Wardan Imbau Tinggalkan Aktifitas Tak Berfaedah
Ingin Cemilan Manis Buruan Order AQ Donuts Tembilahan
Berkunjung ke Inhil, Bappedalitbang Riau Perkenalkan Teknologi Sederhana Pengolahan Air Gambut
Seleksi Paskibraka Tingkat Kabupaten Indragiri Hilir Tahun 2025 Resmi Digelar
DPRD Inhil Menggelar Rapat Paripurna ke-12
Tim Terpadu Penegakan Disiplin Masyarakat Produktif Aman Covid-19 Inhil Diresmikan
Kamis Depan Gubri Lantik 342 PNS Hasil CPNS 2018
Dua Minggu Tanpa Pasien Covid-19, Bupati Inhil Apresiasi Tim Satgas dan Masyarakat
Gubri Minta Bupati/Walikota Se-Riau Bentuk Desa Siaga Covid-19
DPKP Inhil dan BBKSDA Riau Jalin Kerjasama Perlindungan Masyarakat dan Satwa Liar