Pilihan
APBD 2025 Diisukan Defisit, Fraksi PKB: Tak Masalah Jika Demi Kepentingan Masyarakat
PEKANBARU, INDOVIZKA .COM– Pembahasan APBD murni tahun anggaran 2025 dilanjutkan oleh anggota DPRD Riau periode 2024-2029 yang baru beberapa bulan dilantik.
Saat ini, muncul isu bahwa APBD 2025 akan mengalami defisit anggaran dibandingkan tahun sebelumnya.
Diketahui ada tiga kepemimpinan Riau di tahun anggaran 2024, di mana hingga Februari dipimpin Edy Natar, kemudian dari 29 Februari sampai Agustus dijabat Pj Gubernur SF Hariyanto, dan sejak 15 Agustus hingga saat ini dipimpin Pj Gubernur Rahman Hadi.
- Banjir Setiap Tahun di Pelalawan, DPRD Riau Minta Pemerintah dan PLN Bertindak
- Pemprov Riau Diminta Serius Berantas Judi Online
- Tabligh Akbar di Tembilahan, UAS Sampaikan Dukungan untuk Paslon Bermarwah dan Fermadani
- Targetkan Rampung Akhir November, DPRD Riau Percepat Pembahasan RAPBD 2025
- Kepala Sekolah SD dan SMP Banyak Dijabat Plt, Begini Kata Disdik Pekanbaru
Menanggapi hal tersebut, Ketua Fraksi PKB DPRD Riau Kasir ST mengatakan, APBD murni tahun 2025 masih belum dibahas tuntas oleh anggota DPRD Riau yang baru.
"APBD murni 2025 belum dibahas oleh anggota dewan yang baru. Pembahasannya akan dilakukan dalam waktu dekat. Kita belum tahu seberapa besar jika ada defisit," kata Kasir kepada awak media, Kamis (7/11/2024).
Meski begitu, kata anggota Komisi IV DPRD Riau seandainya terjadi defisit anggaran, menurutnya, selama digunakan untuk kepentingan masyarakat, hal tersebut dapat dibenarkan.
"Kita tahu di tahun 2024 anggaran banyak digunakan untuk perbaikan infrastruktur yang memang sangat dibutuhkan masyarakat. Seperti jalan rusak. Karena di Pekanbaru dan daerah lain banyak jalan berlubang, hancur, sampai mengakibatkan insiden kecelakaan, bahkan ada yang meninggal," katanya.
"Jadi sebagai pemimpin, mungkin Pak Pj Gubernur saat itu, mengedepankan kepentingan masyarakat banyak. Jadi kalau seandainya defisit untuk membantu masyarakat, apa salahnya, daripada Silpa. Silpa baru salah, karena berlebih, lebih baik defisit dari pada silpa," jelasnya lagi.
Meski begitu, kata Kasir, pihaknya di DPRD juga akan terus menggali pendapatan untuk APBD murni 2025. Ia meyakini potensi pendapatan dapat tergali.
"Nanti kita maksimalkan pendapatannya. Kemudian DAK dan DAU harus dimaksimalkan," tutupnya.**
.png)

Berita Lainnya
Dewan-Pemprov Sepakat Tahun 2021 Pokir Lebih Diperhatikan
Hanya Sebagian Pegawai DPRD Riau Masuk Kantor, Selebihnya WFH
Hujan Interupsi Warnai Paripurna Rotasi AKD DPRD Riau
Ribut Dana Safari Ramadhan, DPRD Riau Minta Gubri dan Wagubri Utamakan Kepentingan Rakyat
Pemprov Riau Diminta Serius Berantas Judi Online
Tekan Peredaran Narkoba, DPRD Pekanbaru Siapkan Ranperda Narkoba
Pelajari Analisis Resiko, Tim Pansus BPBD Studi Banding ke Kab. Bantul
Ketua Komisi II DPRD Riau Minta Dinas Perkebunan Surati Kementerian Pertanian Terkait Anjloknya Harga Kelapa
H Dani Minta Pemprov Riau Gesa Pembangunan Jalan di Inhil
Hanya Sebagian Pegawai DPRD Riau Masuk Kantor, Selebihnya WFH
Butuh Listrik, Iwan Taruna Fasilitasi Pertemuan Masyarakat dengan Pihak PLN
DPRD Riau Dukung Pemprov Teken MoU dengan Cambridge University Press