Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Terindikasi Lakukan Pengendalian Narkoba, 15 Narapidana Dipindahkan ke BPN
PEKANBARU (INDOVIZKA) - 15 orang Narapidana menjadi penghuni pertama di Blok Pengendali Narkoba (BPN) yang berada di Lapas Kelas II A Pekanbaru. Blok tersebut sengaja dibuat khusus untuk para narapidana yang terindikasi masih melakukan pengendalian narkoba dari balik jeruji besi.
"Tadi malam sudah mulai dipindahkan dari blok reguler ke blok pengendali narkoba beberapa narapidana yang masih mengendalikan narkoba dari dalam lapas," ujar Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Riau, Ibnu Chuldun, Rabu (10/2/2021).
Di dalam BPN ini sendiri, pergerakan napi sangat dibatasi. Jangankan untuk keluar kamar tahanan. Ibnu Chuldun menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan izin untuk sesama napi saling berinteraksi.
"Kalau di blok lain mereka bisa berkegiatan. Bisa berinteraksi dengan narapidana lain dan petugas. Kalau di blok pengendali ini, narapidana sama sekali tidak akan bisa keluar dari kamarnya, apalagi dari bloknya. Mereka bisa keluar kalau sudah ada perubahan prilakunya, yang dievaluasi minimal 3 bulan," jelasnya.
Untuk memantau pergerakan narapidana, di dalam BPN tersebut juga sudah dipasang kamera pengawas yang mana para petugas bisa langsung memantau kegiatan narapidana selama di dalam kamar tahanan.
"Tingkat perubahan perilaku ini nantinya dinilai oleh petugas kita yang memantau melalui CCTV itu. Jadi memang tidak ada interaksi dengan petugas. Makan dan minum mereka juga diantar oleh petugas ke kamar melalui terali yang sudah kita siapkan," katanya.
Jika ada narapidana yang sakit, Ibnu Chuldun menerangkan bahwa di BPN tersebut sudah disediakan ruangan khusus. Yang mana jika ada napi yang sakit, dokter lah yang akan mendatangi narapidana tersebut.
Sementara itu Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Riau sangat mengapresiasi langkah dan keseriusan yang telah dilakukan oleh jajaran Kanwil Kemenkumham Riau untuk menekan angka peredaran gelap narkoba di Bumi lancang Kuning, terlebih lagi BPN ini akan menjadi proyek percontohan Nasional.
“Saya yakin, ini berjalan dengan baik. Para bandar narkoba yang besar-besar tidak ada kontak lagi dengan dunia luar. Pengendalian narkoba dari dalam lapas/rutan khususnya di Riau tidak akan ada lagi. Stigma negatif masyarakat otomatis juga akan hilang”, sebut Kenedy.
.png)

Berita Lainnya
Forum CSR Inhil Matangkan Persiapan Musda dan Pelantikan
Gubri Serahkan Bantuan 776 Unit Alat Bantu Tangkap Ikan pada Nelayan Rohil
Pemkab Inhu Ikuti FGD Kajian Resiko dan Penilaian IKD Kebencanaan
Pria Rohul Tusuk Teman yang Numpang Tinggal Gara-gara Pergoki Bersama Istrinya di Dalam Kamar
Alfa Scorpii Gelar Baksos Bersama Komunitas Yamaha Aerox
Tali Layangan Sebabkan Gangguan Listrik PD Tuah Sekata Pelalawan
Gubri Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Wakil Walikota Dumai
Tingkatkan Pelayanan Optimal, Kepala Bappeda Ajak OPD Tingkatkan Inovasi
Mulai Surut, Dua Daerah di Riau Masih Terdampak Banjir.
Penunjukan Pj Bupati Inhu Tunggu Hasil Keputusan MK soal Sengketa Pilkada
Kejari Klarifikasi Wakil Ketua DPRD Pekanbaru Ginda dan Azwendi
Premium Langka di Pekanbaru, Pertamina Ungkap Banyak yang Menjual ke Sumbar