Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Tidak Ingin Masyarakat Jadi Korban
Dhika Asril: PLN dan Pemkab Kampar Harus Segera Selesaikan Pertikaian
Bangkinang (INDOVIZKA) - Ketua Karang Taruna Kabupaten Kampar Dhika Asril, SE MSi, mengkritik pertikaian antara pihak PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Rayon Bangkinang dengan Pemerintah Kabupaten Kampar.
Pria yang bernama asli Umarul Fatah Adikara itu menilai pihak PLN secara garis besar telah benar dalam menjalankan tugasnya. Namun tindakan Pemkab Kampar yang melakukan penyegelan kantor PLN dinilai tidak tepat.
"Tindakan PLN sudah benar dalam memutuskan aliran listrik, akan tetapi tindakan Pemkab Kampar dalam menyegel kantor PLN dirasakan kurang bijak," kata Dhika, Sabtu (27/02/2021).
Dhika pun mempertanyakan tindakan Pemkab Kampar dalam penyegelan kantor PLN.
"Jika memang PLN bersalah, mestinya Pemkab Kampar harus mencari solusi terbaik. Bukan dengan melakukan penyegelan kantor," ujarnya.
Berdasarkan informasi, Pemkab Kampar memiliki utang penerangan jalan umum (PJU) sejak bulan Juli 2020 hingga sekarang terhadap PLN ULP Bangkinang yang bernilai lebih dari Rp 20 miliar.
Bahkan, perkantoran di Pemkab Kampar sempat diputus oleh PLN akibat tunggakan dari bulan Januari hingga pertanggal 23 Februari lalu akibat tunggakan utang yang telah mencapai ratusan juta rupiah.
Namun, aksi pemutusan aliran listrik di perkantoran Pemkab Kampar oleh PLN berbuntut panjang.
Hingga akhirnya, Pemkab Kampar membalas tindakan aksi PLN dengan menyegel kantor penyedia listrik tersebut pada Jumat (26/02/2021) kemarin.
Aksi penyegelan kantor PLN itu, kata Hambali Kadis DPMPTSP Kampar, pihak PLN tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan Izin Penerbitan Reklame.
Saat ini, PLN ULP Bangkinang tengah melakukan renovasi kantor dengan menambah volume ketinggian.
Maka dengan alasan itu, Pemkab Kampar langsung melakukan penyegelan kantor tanpa surat peringatan pertama lebih dahulu.
"Terlepas siapa yang salah dan siapa yang benar. Kedua pihak inikan sama-sama pemerintah, mestinya memberikan contoh yang baik kepada masyarakat," katanya.
Untuk mengantisipasi hal ini tidak terjadi lagi, Dhika pun mendorong PLN dan Pemkab Kampar segera melakukan koordinasi dan komunikasi yang baik.
"Kita tidak ingin hal ini terjadi lagi. Kita takut pertikaian ini justru bisa merugikan masyarakat. PLN dan Pemkab Kampar mesti melakukan kerjasama yang baik, contohnya menjalin MoU," dorong Dhika.
Bukan tanpa alasan Dhika mengatakan hal demikian, akibat perseteruan PLN dengan Pemkab Kampar ini bisa merugikan masyarakat.
Contohnya saja pemutusan hubungan aliran listrik yang dilakukan PLN di kantor PMI Kampar.
PMI merupakan tempat penyimpanan kantong darah. Berdasarkan ilmu medis, darah yang telah terkumpul tersebut mesti disimpan dalam keadaan suhu tertentu.
Jika tidak memiliki aliran listrik, darah-darah itu akan menjadi rusak dan tidak bisa digunakan lagi akibat pendingin ruangannya tidak hidup.
.png)

Berita Lainnya
Ramah Tamah Bersama Gubernur, SKK Migas Sumbagut Sampaikan Kinerja Hulu Migas di Bumi Lancang Kuning
Rumah Yatim Gencar Bagikan Hidangan Sahur dan Buka Puasa untuk Yatim dan Duafa Pekanbaru
Pj Gubri Terima Kunjungan Menteri Kelantan Malaysia, Bahas Pengembangan Ekonomi Syariah dan Pendidikan
Dinsos Riau Pastikan 253.000 KK Sudah Terima Bansos Pusat
Tidak Punya KIS BPJS Kesehatan, Warga Inhil Ini Andalkan Jampi-jampi Saat Sakit
Peringati 10 Muharram, TK N Pembina Tembilahan Gelar Pawai dan Buat Bubur Asyura
Bupati Inhil Masuk 10 Nominasi Penerima AK-PWI 2023 di Medan
Sekerumunan Siswa di Pelalawan Gelar Aksi Coret Seragam Sekolah
Pemulihan APBD Jadi Agenda Prioritas DPRD dan Pemkab Rohul
Forkopimda Gelar Pisah Sambut Kapolres Inhil
Wabup Husni Tamrin Hadiri Acara Adat Tepuk Tepung Tawar Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni
Dua Pasien di RSUD Tembilahan Dinyatakan Negatif Covid-19